Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pochettino; “Gol Pertama Sulit Dihindari, Gol Kedua Menyakitkan Kami”

Gol penentu yang diciptakan Riyad Mahrez. (dailymail.co.uk/Dave Winter/BPI/REX)

MURIANEWS, Paris– Menyusul kekalahan 1-2 timya dari Manchester City, pelatih PSG Mauricio Pochettino menyampaikan beberapa komentar. Salah satunya adalah soal De Bruyne yang seharusnya mendapatkan kartu merah.

Penilaian ini dilontarkan Pochettino saat diminta berkomentar soal kartu merah uyang diterima pemainnya, Indrissa Gueye. Pochettino mengatakan Kevin De Bruyne seharusnya dikeluarkan dari lapangan.

Apa yang dilakukan pemainnya itu, tidak lebih seperti apa yang juga dilakukan De Bryune pada pertandingan itu. Sehingga seharusnya jika, Gueye mendapatkan kartu merah, maka De Bryune seharusnya juga mendapatkan hal yang sama.

“Itu (yang dilakukan Gueye-red) adalah tindakan seperti (yang dilakukan-red) De Bruyne, bisa kuning, bisa merah. Saya tidak akan mengeluh,” ujarnya dengan nada jengkel, usai pertandingan.

Diluar hal itum Pochettino mengakui City jauh lebih baik daripada PSG setelah jeda. Sedangkan timnya hanya mampu mengontrol permainan di babak pertama saja.

“Dua babak berbeda. Pada babak pertama kami melakukannya dengan baik. Sulit untuk mendominasi tim seperti City. Kami menciptakan peluang. Kami pantas untuk pergi ke ruang ganti dengan keuntungan,” keluhnya.

Manchester City ketinggalan di babak pertama setelah sundulan Marquinhos menjebol gawangnya. Namun memasuki babak kedua, City mampu tampil konsisten, hingga akhirnya bisa membalik keadaan melalui gol Kevin De Bryune dan Riyad Maharez.

BACA: Hasil Liga Champions, Guardiola Buktikan Janji, Kuasai Bola dan Mengambil Kemenangan,

Begini Obrolan De Bruyne dan Mahrez Soal Freekick, Sampai Akhirnya Menjadi Gol Penentu

Saat City membalikan keadaan, semuanya berubah menjadi buruk bagi PSG. Menjadi lebih buruk lagi jetika Idrissa Gueye diganjar kartu merah usai menghajar betis Ilkay Gundongan. Para pemain PSG memang sempat mengepung wasit, saat De Bryune hanya diberi kartu kuning, usai menginjak bek PSG.

“Babak kedua mereka pantas mendapatkannya, meski golnya adalah dua kecelakaan yang kami lakukan. Mereka mendominasi babak kedua dan menciptakan lebih banyak dari kami. Satu babak untuk masing-masing. Tapi dua gol itu membuat kami merasa sangat kecewa,” ujar Pochettino.

Gol pertama City, meski berbau keberuntungan, tetaplah sebuah gol yang sulit dicegah kipernya. Sedangkan gol kedua City, menurutnya memang terkadang bisa terjadi, dan memang sangat menyakitkan.

“Sulit untuk menjelaskan mengapa kami lebih baik di babak pertama, dan di babak kedua mereka lebih konsisten. Bagi kami sulit untuk mengatasi perubahan permainan dan kondisi fisik mereka. Mereka lebih agresif dan bagi kami sulit untuk merebut kembali bola. Jangka waktu penguasaan bola yang lama,” katanya lagi.

PSG juga disebutnya tidak menunjukan kemampuan yang dibutuhkan untuk mempertahankan bola. Sehingga Manchester City bisa menekan lebih ke dalam.
“Tapi masih ada leg kedua, dan dalam sepak bola anda harus percaya. Kami akan pergi kesana dalam enam hari lagi, melakukan hal yang sama. Menjalani pertandingan seperti hari ini, dan mencetak gol memenangkannya. Mereka lebih diuntungkan, tapi kami akan selalu mencoba,” tutupnya.

PSG sementara ini ketinggalan agregat 1-2 dari Manchester City, usai kalah di Parc De Princes, Kamis (29/2/2021) dinihari WIB. Leg kedua akan digelar di Etihad Stadium pada pekan depan.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: manchestereveningnews.co.uk

Comments
Loading...