Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bisa Berbuka Puasa di Liga Inggris, Pemain Leicester Sebut Sepak Bola Jadi Lebih Indah

Pemain Leicester, Wesley Fofana berterima kasih, bisa berbuka puasa di tengah laga. (Sindonews.com/twitter Fofana)

MURIANEWS, Leicester –Pemain Leicester, Wesley Fofana tak bisa menyembunyikan rasa senangnya, usai bisa berbuka puasa di tengah laga Liga Premier Inggris. Kegembiraan pemain muslim itu masih menjadi sebuah pembicaraan hangat diluar pertandingan antara Leicester Vs Cristal, Selasa (27/4/2021).

Fofana mengungkapkan terima kasih karena dibiarkan berbuka puasa di tengah laga. Hal ini seperti yang diungkapkannya melalui akun twiternya. Cuitannya mendapatkan banyak tanggapan positif pasca pertandingan itu.

“Saya ingin berterima kasih kepada Liga Inggris, serta Crystal Palace, Vicente Guiata dan semua pemain Leicester yang membiarkan saya berbuka puasa di tengah laga. Hal itu membuat sepak bola menjadi lebih indah,” kata Fofana di akun Twitter miliknya.

Memberi kesempatan kaum muslim berbuka puasa, di Liga Inggris mungkin menjadi pertama kali terjadi. Sebelumnya, Fofana malah harus ditarik keluar oleh Brendan Rodgers agar bisa berbuka puasa.

Pertandingan Leicester City versus Crystal Palace, memang dihentikan mengingat ada dua pemain muslim yang tengah menjalani ibadah puasa. Kedua tim dan pihak Liga Inggris pun sepakat untuk menghentikan untuk beberapa saat di tengah laga untuk berbuka puasa.

Pada pertandingan antara Leicester dengan Crystal, kebetulan memang ada dua pemain muslim di masing-masing tim. Mereka adalah pemain Leicester, Wesley Fofana, dan penggawa Crystal Palace Cheikhou Kouyate.

Kedua pemain ini tentunya tetap berpuasa di tengah pertandingan yang digelar pada Bulan Ramadhan ini. Padahal, adzan Maghrib berkumandang di sekitar menit ke-30.

Adalah kiper Crystal Palace, Vicente Guiata yang mengambil inisiatif menghentikan sementara pertandingan. Dengan sengaja ia tak segera mengeksekusi tendangan bebas. Dengan begitu, dia memberikan waktu kepada Fofana dan Kouyate untuk berbuka puasa di pinggir lapangan.

Pihak Liga Inggris pun tak mempemasalahkan laga dihentikan selama beberapa menit. Apalagi kedua tim sudah sepakat sebelum laga mengenai hal ini.

Apa yang terjadi di Liga Inggris ini, setidaknya semakin memberi bukti, bahwa sepak bola bisa dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan dan sikap respek. Nilai-nilai toleransi saat ini mulai ditumbuhkan melalui sepak bola. Mudah-mudahan saja dari sini bisa memunculkan kedamaian dunia.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: sindonews.com

Comments
Loading...