Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Media Online Punya Peran dan Tanggung Jawab Tangkal Radikalisme

Pemimpin Redaksi MURIANEWS Deka Hendratmanto menyampaikan materi dalam seminar tentang pencegahan radikalisme yang digelar Kesbangpol Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemimpin Redaksi MURIANEWS Deka Hendratmanto menilai, media massa, terutama media online memiliki peran penting dan tanggung jawab yang besar dalam menangkal radikalisme, dan menentukan arah pemikiran generasi penerus bangsa.

Ini dikatakannya dalam seminar penguatan ideologi negara dengan tema ‘Radikalisme Masih Berkembangbiak Salah Siapa? Berkaca dari Perspektif Pemerintah dan Media’ yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus, Rabu (28/4/2021). Peserta dari seminar ini adalah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kudus.

Apalagi menurut Deka, saat ini masyarakat dari berbagai kalangan sangat mudah mengakses media online melalui gadget atau smarthphone yang terkoneksi dengan jaringan internet.

Dan generasi muda pun sekarang tidak bisa terlepas dari gadget dan lebih suka dengan literasi membaca melalui gadget dibandingkan literasi baca konvensional.

“Idealnya, media online harus memiliki filter yang ketat di redaksi. Dan tidak seharusnya mengejar kecepatan dalam penyampaian informasi saja. Tapi juga menjaga ketepatan dan keakurasian informasi,” katanya.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma bersama para narasumber, dalam seminar yang digelar Kesbangpol Kudus. (MURIANREWS/Yuda Auliya Rahman)

Media online, lanjut Deka, harus bisa membuka ruang luas bagi siapa saja yang merasa terpanggil untuk ikut memberikan pemikiran terhadap upaya menangkal gerakan radikalisme. Sensitivitas berita yang akan ditayangkan juga harus dimiliki media online, mulai dari dampak hingga pengaruh terhadap penerus bangsa.

Terlebih, gerakan radikalisme saat ini sudah melihat potensi kemajuan teknologi untuk menyebarkan paham radikal. Gerakan radikalisme sudah mulai melek dengan informasi digital dengan membuat kanal sendiri, sepeti YouTube, Facebook, Instagram dan yang lain.

“Media sosial saat ini nyaris tanpa kontrol. Sehingga gerakan radikalisme mudah memanfaatkan itu. Bahkan menyebarkan paham radikal dengan mengkombinasikan gambar bergerak untuk menanrik pembaca. Sudah saatnya Pemerintah Indonesia memiliki aturan khusus tentang media sosial,” ungkapnya.

Saat ini menurutnya, aksi teror di Tanah Air sejak 12 tahun terakhir ada fenomena yang memprihatinkan, yakni pelaku teror semakin muda usianya. Ia mengutip dari Tempo.co yang melaporkan ada tujuh daftar anak muda dalam kurun waktu 2019-2021 yang menjadi pelaku terorisme.

“Mulai usia 18 tahun sampai 28 tahun. Yang terakhir ada Zakiah Aini yang berusia 25 tahun yang menyerang Mabes Polri akhir bulan lalu.  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT) juga sudah mengamati sejak 2017, sebanyak 11,8 persen pelaku terorisme berusia kurang dari 21 tahun, dan 47,3 persen dengan rentang usia 2009-2021 tahun, ” jelasnya.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma yang juga jadi narasumber dalam seminat ini menyatakan, untuk menangkal terorisme harus juga bisa menangkal radikalisme atau ideologi atau  yang bisa mengubah seseorang menjadi terorisme.

Apalagi saat ini sasaranya juga beralih, yang dulunya menyasar kaum pria kini juga para wanita.

“Sebab gerakan radikalisme berpikir jika wanita yang melakukan, antisipasinya akan sedikit lemah. Generasi muda atau milenial sekarang juga menjadi sasaran, dengan melakukan penyebaran melalui media sosial. Di mana saat ini masyarakat, generasi muda dan milenial banyak yang bergantung pada smartphone,” ucapnya.

Melalui media sosial dengan menyebarkan hoaks, menjadi cara gerakan radikal untuk menyebarkan paham atau ideologinya. Dengan tujuan ingin menggulingkan pemerintahan Indonesia yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.

“Ada suatu isu yang mengakibatkan berita salah pun bisa menjadi benar, itu salah satunya. Karena itu kita semua, termasuk ormas Islam harus bisa bekerja sama membentengi dan mengantisipasi dengan cara sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...