Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ikut Arisan Koperasi, Dua Puluhan Warga Jepara Khawatir Tak Terbayar, Pengelolanya Seorang Pejabat Perguruan Tinggi Swasta di Jepara

Peserta arisan di Koperasi Manunggal Sejahtera Abadi, Ngasem, Tahunan, Jepara, berjubel. Mereka menuntut hak mereka. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara– Dua Puluhan orang warga Jepara, Rabu (28/4/2021) antre di kantor Koperasi Manunggal Sejahtera Abadi, di Desa Ngasem, Batealit, Jepara. Mereka mempertanyakan hak mereka mendapatkan uang setelah mengikuti arisan yang digelar koperasi tersebut.

Menurut Teguh Prakoso, salah satu peserta arisan, puluhan orang datang ke kantor koperasi karena kuatir uang arisan mereka tak terbayar. Sesuai dengan kesepakatan antara koperasi penyelenggara dan peserta, arisan dinyatakan selesai pada 25 April 2021. Bagi yang belum mendapatkan, seharusnya mendapatkan haknya pada saat itu.

“Namun sampai hari ini, belum ada tanda-tanda uang arisan yang menjadi hak peserta dibagikan. Ada dua puluh orang lebih yang belum menerima. Hari ini mendatangi kantor untuk meminta hak,” ujar Teguh Prakoso, Rabu (28/4/2021).

Dijelaskannya, setiap peserta seharusnya mendapatkan hak sebesar Rp16,3 juta. Jumlah itu berasal dari uang iuran arisan sebesar Rp250 ribu selama 5 tahun. Namun pada saat seharusnya sudah dibagikan, hal ini tidak dilakukan koperasi yang melaksanakannya.

Beberapa orang yang mencoba meminta haknya, ada yang diberi Rp750 ribu sampai Rp1 Juta. Selanjutnya pihak koperasi menyatakan nanti setelah Lebaran akan diberesi semua kekuarangannya.

Peserta arisan mendatangi Koperasi Manunggal Sejahtera Abadi, Ngasem, Tahunan, Jepara, untuk menuntut hak mereka. (MURIANEWS/Istimewa)

“Saya sendiri menolak pendekatan yang dilakukan pengelola. Saya seharusnya dapat Rp16,3 juta kali 3. Karena saya ikut tiga. Saya tetap meminta agar hak saya diberikan semua,” ujar Teguh menjelaskan.

Para peserta arisan yang belum menerima haknya, menyatakan kecewa. Karena pihak pengelola arisan sama sekali tidak memberikan penjelasan mengenai hal ini. Pengelola arisan ini disebutkan teguh berinisial MI. Orang ini adalah salah seorang pejabat di Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Jepara.

Teguh dan puluhan orang yang belum mendapatkan haknya menyatakan masih akan mencoba mendapatkan kejelasan. Namun jika tidak ada kejelasan, ada kemungkinan mereka akan menempuh jalur hukum.

MURIANEWS mencoba mendapatkan konfirmasi terkait keterlibatan MI dalam hal ini. Saat ditanyakan di PTS di yang ada di Jepara, disebutkan memang ada orang yang berinisial MI tersebut. Selama ini yang bersangkutan memang mengelola sejumlah koperasi.

“Tapi saya tidak tau koperasinya yang mana. Kami juga tidak bisa memastikan apakah MI yang disebut itu memang orang yang dimaksud,” ujar petugas humas PTS di Jepara itu, yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Nomor Handphone yang diduga milik MI, saat dicoba dihubungi juga tidak memberikan respon. Meskipun muncul nada dering, namun pemilik nomor tidak mengangkatnya.

Reporter: Budi erje
Editor: Budi erje

Comments
Loading...