Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Jepara Darurat Narkoba, Bupati Desak BNN Dirikan Kantor di Jepara

Bupati Jepara Dian Kristiandi menanyai dengan pelaku pengedar narkoba. (Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Angka kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Jepara makin hari makin meningkat dan memprihatinkan. Ini menyebabkan Bumi Kartini berstatus darurat narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan mengungkapkan, saat ini Kabupaten Jepara dalam pantauan serius. Pasalnya, banyak penangkapan pengedar narkotika memiliki hubungan dengan Kota Ukir. Bahkan tak sedikit yang tertangkap di Jepara.

“Sepanjang 2021 ini saja, kami sudah menangkap enam tersangka. Tahun lalu, bahkan kasusnya sampai 59 kasus. Di Polres Jepara tentu memiliki data lebih banyak lagi,” kata Benny, Rabu (28/4/2021).

Bahkan, penyebarannya pun sudah ke desa-desa yang jauh dari kota. Untuk itu, pihaknya akan melaksanakan program Desa Bersih dari narkoba (Bersinar).

Melalui program ini, pihaknya akan memberikan pemahaman-pemahaman terkait penyalahgunaan narkotika langsung ke masyarakat desa.

Benny mengungkapkan, Jepara sudah masuk dalam peta kerawanan peredaran narkotika di Jawa Tengah. Daerah-daearah lain yang masuk dalam peta tersebut yakni Kota Semarang, Solo, dan Purwokerto.

Selain melalui jaringan peta tersebut, imbuh Benny, penyebab lain yang membuat Jepara darurat narkoba adalah letak geografisnya yang strategis. Terutama letaknya yang berada di pesisir.

Diketahui, perairan Jepara menjadi jalur besar pelayaran antarberbagai pulau di Indonesia. Bahkan dengan luar negeri.

“Adanya kawasan industri, banyak orang asing, ada Pulau Karimunjawa sebagai tempat wisata. Serta jumlah penduduk meningkat. Tentu angka kriminalitas ikut meningkat,” terang dia.

Melihat realita ini, Bupati Jepara Dian Kristiandi berharap agar BNN segera mengabulkan permintaannya. Yakni mendirikan BNN Kabupaten Jepara.

Sebab, sejak tahun 2010 silam, pihak Pemkab Jepara sudah mengkomunkasikan tentang permintaan itu.

“Kami prihatin sekali dengan banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika. Untuk itu kami minta segera didirikan BNNK di Jepara. Tapi, yang lalu-lalu masih ada kendala teknis,” jelas Andi.

Meskipun demikian, pihaknya tetap menunggu keputusan BNN Pusat. Sambil menunggu, Andi sudah membuat komitmen bersama dengan BNNP Jateng untuk menekan angka kasus penyebaran narkotika di Kota Ukir.

“Kita berkomitmen dan memohon agar BNNP Jateng bisa meneruskan harapan kami kepada BNN RI. Supaya segera dibuat lembaga pencegahan dan penanggulangan narkotika,” pungkas Andi.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...