Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Nekat Mangkal Selama Ramadan, Delapan PSK di Semarang Diamankan Satpol PP

Petugas melakukan Pendataan PSK yang terjaring di Kota Semarang. [Suara.com/Dafi Yusuf]
MURIANEWS, Semarang – Delapan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Semarang terpaksa diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal itu dilakukan karena membuat resah warga lantaran nekat mangkal selama Ramadan.

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, operasi PSK yang dilakukan kali ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang disampaikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Priadi.

“Banyak warga yang mengeluh kalau masih banyak PSK dan PGOT yang mangkal ketika bulan Ramadan,” katanya seperti dikutip Suara.com, Rabu (28/4/2021).

Dalam operasi hari ini, petugas Satpol PP Semarang menyisir beberapa jalan seperti jalan Ronggolawe, Jalan Kalibanteng, Jalan Semarang Indah, Jalan Indraprasta, Jalan Imam bonjol, di Jalan Patimura dan Jalan Dr Cipto.

Dari situ, lanjutnya, pihaknya menamukan delapan PSK yang tertangkap basah sedang mencari pelanggan. “Dari situ, kami amankan semua untuk diberi pembinaan,” terangnya.

Fajar menambahkan, para PSK yang tertangkap akan dikirim ke panti rehabilitasi sosial Wanita Utomo di Kota Solo untuk dilakukan edukasi dan bimbingan.

“Para PSK ini nanti akan dikirim ke Resos Solo, disana mereka akan dibina selama tiga bulan,” imbuhnya.

Selain PSK, Satpol PP juga amankan 23 Pengemis Gelendangan Orang Terlantar (PGOT).

PGOT dengan kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yakni sebanyak tujuh orang akan dikirim ke Rumah Sakit Jiwa.

“Sisa PGOT lainnya akan kami pulangkan ke daerah masing masing agar keluarganya membina, dan saya minta tidak lagi kembali turun ke jalanan,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada warga Kota Samarang untuk tidak memberi uang kepada PGOT atau dalam hal ini pengemis karena akan disanksi 3 bulan penjara dan denda Rp 1 juta.

“Sanksi 3 bulan penjara dan denda Rp 1 juta bagi yang memberi PGOT,” pungkasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...