Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pedagang di Terminal Jati Kudus Menjerit, Tiga Hari Dagangan Tak Laku Sama Sekali

Pedagang di Terminal Jati, Kudus sepi pembeli imbas dari larangan mudik. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dampak larangan mudik yang diterapkan pemerintah juga berdampak pada pedagang di Terminal Jati, Kudus. Pasalnyam, penjualan pedagang merosot drastis.

Bahkan penurunan pendapatan hingga mencapai 70 persen. Ini dirasakan salah seorang pedagang di Terminal Jati, Jamini yang memiliki toko di Blok B23. Warga Loram Wetan RT 03, RW 01, Kudus, itu mengatakan dalam sehari dagangannya belum tentu laku.

“Bus malam yang masuk terminal lebih sedikit. Kemarin ada enam bus parkir depan toko saya, dagangan yang laku cuma tiga air minum. Padahal toko yang lain sudah tutup,” katanya, Rabu (28/4/2021).

Kondisi yang memprihatinkan kerap dialaminya. Pernah juga dia merasakan tiga hari tanpa ada pembeli sama sekali.

“Kadang ada yang sehari tidak ada pembeli. Bahkan kemarin tiga hari ngeblong tidak ada yang beli,” terangnya.

Kendati dagangannya macet akibat imbas larangan mudik, ibu dua anak itu mengaku tetap sabar dan tak mau berpangku tangan. Dia memilih tetap membuka tokonya setiap hari. Dimulai dari pukul 10.00 sampai 19.00 WIB.

Di tokonya yang berukuran 3×3 meter persegi itu perempuan yang sudah berjualan sejak 1990 itu menjual beragam dagangan. Mulai dari makanan ringan, air mineral, jenang, biskuit, kopi, dan lain-lainnya.

Hal senada disampaikan oleh pedagang lainnya, Siti Sundari. Perempuan yang berdomisili di Karanganyar, Demak itu merasakan sepi pembeli.

Dia juga menjual beberapa dagangan seperti yang dijual oleh Jamini. Mulai dari makanan ringan, air mineral, jenang, biskuit, kopi, dan lain-lainnya.

Menurut dia penjualannya turun 70 persen akibat adanya pandemi Covid-19. Sekaligus imbas dari adanya larangan mudik dari pemerintah pusat.

“Saya terdampak. Pendapatan turun sampai 70 persen. Sehari belum tentu ada yang beli,” katanya, Rabu (28/4/2021).

Terlebih menurut dia penghasilannya saat ini merupakan satu-satunya sumber mata pencahariannya. Sebab, suaminya sudah tiada. Dia ingin agar kebijakan larangan mudik dikaji kembali.

“Kalau bisa dikaji kembali. Karena berdagang ini satu-satunya penghasilan saya,” ujar ibu satu anak itu.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...