Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Antusias Warga Tinggi, UAS dan Masjid Jogokariyan Kumpulkan Rp 360 Juta Dalam Satu Hari

Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). [Antara/Syaiful Arif]
MURIANEWS, Yogyakarta – Antusiasme warga akan aksi penggalangan dana untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 yang diinisiasi Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Takmir Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, ternyata sangat tinggi.

Buktinya hingga Selasa (27/4/2021) kemarin, Takmir Masjid Jogokariyan sudah berhasil mengumpulkan Rp 360 juta. Padahal, aksi tersebut baru dilakukan satu hari mulai Senin (26/4/2021).

Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, M Jazir Aspmengatakan, ide pembelian kapal selam ini semula muncul dari anak-anak Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Masjid Jogokariyan.

Awalnya, pihaknya berdiskusi untuk memberikan sumbangan bagi keluarga dari awak kapal yang gugur dalam tugas. Di sela-sela diskusi ada anak-anak yang tanya terkait harga kapal selam berapa.

“Di sela diskusi itu memang ada anak-anak yang tanya kalau beli kapal selam sekalian berapa? Saya bilang harga kapal selam terakhir dari PT PAL Alugoro itu hanya Rp1,5 triliun. Sangat bisa jika semua masyarakat terketuk” kata Jazir seperti dikutip Solopos.com.

Jazir menjelaskan saat itu anak-anak TPA di Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) langsung menggalang dana di pasar sore Kampung Ramadan Jogokariyan. Di sana, hanya dalam waktu sekitar dua jam, terkumpul Rp 6,5 juta.

“Kami kumpulkan lagi malamnya mendapatkan Rp 15 juta dan kami berikan untuk keluarga awak kapal,” kata Jazir.

Baru setelah mendapatkan respons positif dalam sesore itu, Takmir Masjid Jogokariyan membuka rekening pada Senin (26/4/2021). Mereka unggah dan mendapatkan tanggapan positif. Salah satunya dai Ustaz Abdul Somad.

“Ini tadi saya Zoom dengan Neno (Warisman), banyak ternyata yang mempromosikan penggalangan dana ini dari public figure,” katanya.

Respons masyarakat terhadap penggalangan dana ini cukup tinggi. Dari pembukaan rekening pada Senin siang, sampai Selasa siang (27/4/2021) sudah terkumpul Rp 360 juta.

Respons positif masyarakat ini semakin membangkitkan optimisme takmir Masjid Jogokariyan. “Wong untuk korupsi Asabri saja Rp17 triliun, Jiwasraya hampir sama, kita yang untuk menjaga kedaulatan bangsa tidak bisa. Bangsa apa ini namanya kalau untuk hal baik tidak bisa?” katanya.

Jazir mengingatkan bangsa Indonesia pernah melakukan hal serupa dalam sejarahnya. “Mulai pembelian kapal terbang dari himpunan ustaz di Aceh, Emas di Monas juga dari Aceh, dan 50 juta gulden dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk operasional negara. Semuanya tidak menggunakan skema APBN dan APBD,” katanya.

Sebagai informasi, dalam penggalangan dana ini UAS turut mengajak masyarakat patungan untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali. UAS menggandeng Masjid Jogokariyan Yogya dalam kegiatan donasi ini.

“RAKYAT BERSATU. JAGA KEDAULATAN LAUT KITA. Open Donasi Patungan Rakyat Indonesia Untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402 Bersama Masjid Jogokariyan Jogja,” tulis UAS dalam akun Instagramnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...