Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Santri Asal Salatiga Diizinkan Mudik, Tapi Syarat Ini Wajib Dipenuhi

Ilustrasi. Para santri saat membawa barang-barangnya ke bus di halaman pendopo Kabupaten Kudus saat pemulangan PSBB tahun lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Salatiga – Santri asal Salatiga yang mondok di Pondok Pesantren saat ini diizinkan mudik ke kampung halaman. Hal iniseiring keputusan Wali Kota Salatiga Yulianto yang tak melarang adanya mudik dari kalangan santri.

Hanya saja, ia memberikan syarat yang harus dipenuhi sebelum santri memutuskan mudik. Salah satunya adalah tetap mematuhi prosedur dan membawa berbagai persyaratan yang dibutuhkan selama masa pengetatan perjalanan.

“Harus dipahami bahwa dokumen pendukung itu bertujuan untuk menyelamatkan, bukan mempersulit. Dokumen itu kan harus menyertakan keterangan rapid test antigen dan surat dari pemangku wilayah. Ada juga periode waktunya,” jelas Yuliyanto seperti dikutip Solopos.com, Selasa (26/4/2021).

Yuliyanto menambahkan adanya pengetatan perjalanan dan larangan mudik bertujuan mengendalikan penyebaran Covid-19. Upaya itu dilakukan dengan cara membatasi ruang gerak atau mobilitas manusia.

“Kita semua tidak ingin lagi ada ledakan kasus Covid-19. Itu semua bisa ditekan dengan sikap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai kita seperti India. Makanya, harus patuh,” tegas Yuliyanto.

Sementara itu, mengenai aparatur sipil negara (ASN), Yuliyanto juga tidak melarang bersilaturahmi dengan keluarga. Meski demikian, ia memberikan beberapa catatan khusus kepada para ASN.

“Silakan silaturahmi untuk menengok keluarga. Asalkan berada di zona aman, memiliki izin atasan, membawa dokumen pendukung, dan berada di daerah aglomerasi atau mudik lokal,” ujarnya.

Jika ada ASN yang melanggar, Yuliyanto pun siap memberikan sanksi. “ASN juga harus patuh terhadap ketentuan mudik lokal. Jangan sampai melanggar atau bakal kena sanksi,” jelasnya.

Yuliyanto menambahkan selama masa larangan mudik, Pemkot Salatiga akan melakukan penyekatan. Penyekatan dilakukan aparat TNI-Polri, dibantu Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Selain itu, penyekatan juga akan melibatkan Satgas Covid-19 di tiap kelurahan hingga RT.

“Jadi kalau hari ini ada yang pulang dari luar daerah bisa dilakukan deteksi dini dan 3T. Ruang isolasi juga ada, isolasi mandiri juga dilakukan,” pungkas Yuliyanto.

Seperti diketahui, Wacana santri diperbolehkan mudik ini kali pertama disampaikan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin.

Wapres meminta pemerintah memberikan dispensasi kepada santri agar bisa mudik pada Lebaran kali ini. Ia menilai Lebaran merupakan waktu bagi santri pulang ke rumah setelah menjalani proses belajar di pondok pesantren.

 

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...