Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

MENJELANG SENJA BERSAMA CAK NUN

Cak Nun: Ilmu Itu Sumbernya dari Hati

Cak Nun dalam Menjelang Senja Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Budayawan sekaligus ulama Emha Ainnun Najib atau yang kerap dikenal sebagai Cak Nun dalam program Menjelang Senja Bersama Cak Nun & Kiai Kanjeng oleh PR Sukun pun turut menuturkan jika sebuah ilmu sumbernya dari hati. Bukan dari kepala seorang manusia.

“Sumber utamanya itu bukan di kepala, tapi semua sumber ilmu itu dari hati,” ungkap Cak Nun, Selasa (27/4/2021).

Cak Nun mengatakan, banyak manusia terus mencari jawaban akan hal-hal yang berkaitan dengan akhirat maupun duniawi. Namun sebenarnya, jawaban tersebut sudah ada di dalam dada masing-masing manusia.

Kepala dan otak, sambung Cak Nun hanyalah sebuah alat bantu untuk pencarian sebuah jawaban. Namun sumber dari segala ilmu dan jawaban adalah dada dan hati seorang manusia.

“Karena itu Kanjeng Nabi Muhammad itu dibelah di dadanya, bukan di kepalanya. Karena pusat atau sumber ilmu itu di dada, bukan di kepala,” kata Cak Nun.

Ia juga mengatakan jika pemikiran bisa dikatan sangatlah sempit. Sementara hati dan perasaan, bisa seluas tujuh semesta.  “Jadi seluruh pengetahuan itu sudah ada dalam dadamu, “ ujarnya.

Cak Nun, juga mengingatkan, jika kesehatan dan iman harus selaras di era pandemi Covid-19 ini.

Sehingga, sambung Cak Nun, tak hanya protokol kesehatan saja yang dijalankan. Tapi juga menyelaraskan iman, doa, taqwa, dan tawakal.

“Sehingga jadinya sehat walafiat tidak hanya sehat saja. Ada protokol kesehatan ada juga protokol keafiatan,” ungkap Cak Nun, Selasa (27/4/2021) sore.

Baca: Cak Nun Ingatkan di Masa Pandemi Iman dan Kesehatan Harus Seimbang

Cak Nun sendiri menjabarkan jika sehat hanyalah sekadar mencakup seluruh anggota tubuh saja. Sementara afiat, adalah mencakup seluruhnya dan seumur hidup seorang manusia termasuk hati dan pikiran.

“Kalau badannya sehat belum tentu hati dan pikirannya sehat juga, tapi kalau hati dan pikirannya sehat pasti badan diupayakan sehat,” ungkap Cak Nun.

Oleh karena itu, Cak Nun berpesan agar dalam hidup manusia, harus ada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan iman maupun takwa. “Semua orang punya hak untuk punya hak sehat dan hak afiat,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...