Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Hindari Penyekatan Mudik, Nelayan Mundu Nekat Arungi Lautan dari Jakarta ke Cirebon

Ilustrasi. Aktivitas nelayan di perairan Cirebon. (Yuda Sanjaya/Radar Cirebon)

MURIANEWS, Cirebon – Sejumlah nelayan rajungan asal Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon mudik dengan cara yang tak biasa tahun ini. Pasalnya, mereka terpaksa mudik melalui jalur laut supaya bisa bertemu dengan keluarga.

Total, ada 20 kapal yang melakukan mudik lewat jalur laut. Meski harus merogoh kocek lebih dalam, mereka tak memiliki jalan lain. Ini lantaran, pemerintah melarang mudik dengan cara penyekatan mudik dengan cara memutar balik kendaraan.

Salah satu nelayan Mundu, Hasan Basri mengatakan para nelayan yang mudik memang terpaksa menempuh waktu hingga dua hari mengarungi lautan untuk tiba di wilayah Cirebon.

“Sabtu malam dari Jakarta. (Senin, 26 April) Baru pada sampai ke Mundu. Semua dari Jakarta naik perahu,” ujarnya seperti dikutip Radarcirebon.com, Selasa (27/4/2021).

Hasan mengatakan dirinya dan nelayan lainnya sebelumnya mencari rajungan di perairan Jakarta. Hal itu dilakukan lantaran rajungan tidak ada di wilayah Cirebon.

Untuk ke Jakarta, biasanya para nelayan menggunakan bus untuk bolak Cirebon-Jakarta. Namun karena ada pengetatan dan larangan mudik, akhirnya mereka menggunakan perahu.

“Mau pulang pakai bus ke Cirebon, tetapi takutnya disuruh balik lagi. Katanya pemerintah melarang mudik, jadi kita pulang ke Cirebon bawa balik lagi perahu kita ke Cirebon,” ujarnya.

Hasan mengatakan dirinya mudik gunakan perahu tidak sendirian. Ada kurang lebih 20 perahu yang berangkat dari Jakarta ke Cirebon.

“Kalau perahu jarak jauh harus barengan, kita khawatir ada sesuatu kalau sendirian, di laut kan cuacanya tidak menentu,” ungkapnya.

Perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon menggunakan perahu memakan waktu yang cukup lama. Bisa menghabiskan waktu dua hari dua malam. Itu pun tidak berenti.

Begitupun biaya solar cukup besar untuk menggunakan perahu mudik ke Cirebon.

“Solarnya antara Rp 800 ribu sampai satu juta. Belum untuk makan minum selama di perahu,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Radarcirebon.com

Comments
Loading...