Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Peringati Hatadu, Penari Jepara Buat Pentas Bertajuk Bumi Kartini Menari

Proses pengambilan gambar salah satu sanggar tari di Belakang Pendapa RA Kartini. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Untuk kali pertama, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara mengadakan peringatan Hari Tari Dunia (Hatadu). Akan ada suguhan seni tari dari 20-an sanggar tari di Kota Ukir.

Ketua DKD Jepara Kustam Eka Jalu menjelaskan, peringatan Hatadu ini bertajuk “Bumi Kartini Menari”. Setidaknya sudah ada 20-an karya tari yang dikirim kepada DKD Jepara untuk dipentaskan secara daring.

“Ini merupakan ikhtiar kami untuk memunculkan bakat-bakat seni tari di Jepara yang selama ini belum begitu terlihat kehadirannya,” kata Kustam, Selasa (27/4/2021).

Kustam menyebut, 20 sanggar tari yang sudah mengirimkan karyanya yaitu Sanggar Andakara, Sanggar Sekar Kinasih, Sanggar Danangdjoyo, Sanggar Sekar Arum, Sanggar Sekar Satya, Sanggar Bayi Wingi Sore, Sanggar Srikandi, Yayasan Lembayung Kalinyamatan, Ikatan Pemuda Prapatan Kalipucang Wetan, dan Karang Taruna Satria Mandiri Kendengsidialit Welahan.

Selain itu ada kelompok-kelompok tari di sekolah, seperti SD Negeri 2 Manyargading, SD Negeri 3 Purwogondo, SDN Panggang 4, SMP Negeri 1 Mlonggo, Sanggar Arena Langen Budoyo, SMA N 1 Nalumsari, SMA N 1 Pecangaan, SMA N 1 Tahunan, SMK N 3 Jepara, serta  SMP N 2 Jepara.

Kustam mengutarakan, pentas tari tersebut juga salah satu upayanya untuk menjangkau kantong-kantong sanggar tari yang tersebar di seluruh wilayah Jepara. Dirinya melihat, banyak sekali seniman-seniman tari yang memiliki karya-karya luar biasa. Terutama karya koreografi tari dengan kearifan lokal Jepara.

“Lewat pentas ini, kami juga berniat melakukan pendataan sanggar-sanggar tari yang ada. Tapi, lebih dari itu, yang penting karya-karya tari mereka bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Pentas daring ini bisa ditonton di Channel YouTube Jepara Art Culture milik DKD Jepara tanggal 29 April ini,” ujar Kustam.

Sementara itu, panitia Pelaksana, Rhobi Shani, mengatakan kegiatan peringatan hari tari ini merupakan kali pertama di laksanakan di Bumi Kartini. Semula, hendak diformat sebanyak ratusan penari menari bersama. Namun, mengingat masih dalam masa pandemi covid-19, format itu diubah menjadi pentas daring.

“Dengan adanya event ini harapannya lebih memacu lagi teman-teman penari dalam berkarya,” kata Rhobi.

Secara umum karya tari-tarian di Jepara mampu disandingkan di level provinsi dan nasional. Beberapa prestasi pernah ditorehkan. Itu seperti Juara Dua event pentas bersama Pakujembara tahun lalu.

“Tahun lalu menyajikan Tari Jembul Tulakan yang diangkat dari tradisi Jembul Tulakan. Koreografer tarian ini penari muda Jepara,” kata Rhobi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...