Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Madrid, Barca dan Juventus, Disebut Presiden UEFA Seperti ‘Kaum Bumi Datar’

Alexander Ceferin, Presiden UEFA. (goal.com/getty images)

MURIANEWS, London- Presiden UEFA Alexander Ceferin tetap menegaskan akan ada hukuman bagi 12 klub terkemuka Eropa yang sempat mengapungkan gagasan Liga Super Eropa. Namun demikian ada perlakuan berbeda untuk mereka, setelah adanya sikap-sikap yang diambil setelahnya.

Ceferin menyebut, enam klub besar dari Liga Inggris akan mendapatkan perlakuan berbeda dalam hal ini. Sebab mereka merupakan enam klub pertama yang berubah pikiran. Sedangkan untuk 3 klub masing-masing Real Madrid, Barcelona dan Juventus, UEFA kemungkinan besar akan memperlakukannya dengan lebih tegas.

Madrid, Barcelona dan Juventus, yang hingga saat ini masih berpikir bahwa Liga Super Eropa masih ada. Mereka disebut Ceferin sebagai ‘Kaum Bumi Datar yang berpikir bahwa Liga Super Eropa masih ada.

“Ada perbedaan yang jelas antara klub-klub Inggris dan enam klub lainnya. Mereka mundur lebih dulu, mereka mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan,” ujar Ceferin kepada Daily Mail.

Enam Klub Inggris secara khusus dipuji Ceferin, sebagai pihak-pihak yang hebat di dalam mengambil keputusan. Hal ini memungkinkan mereka mendapatkan sebuah kebijakan yang berbeda dari UEFA.

“Anda harus memiliki kehebatan untuk mengatakan: ‘Saya salah’. Bagi saya, ada tiga kelompok dari 12 klub itu–enam dari Inggris yang keluar lebih dulu, kemudian tiga lainnya [Atletico Madrid, AC Milan, dan Inter] setelah mereka, dan mereka yang merasa Bumi adalah datar serta mengira Liga Super Eropa masih ada,” tambah Ceferin.

Pengacara asal Slovenia, yang terpilih sebagai presiden UEFA sejak 2016 ini, menyampaikan terima kasih kepada sepak bola Inggris dan khususnya penggemar Inggris atas peran yang mereka mainkan dalam menghancurkan rencana Liga Super. Pihaknya mengakui bahwa UEFA perlu mendengarkan para penggemar yang terpinggirkan hingga saat ini.

Lebih dari itu, UEFA juga siap untuk melihat kembali proposal Liga Champions baru yang meningkatkan peserta dari 32 menjadi 36 tim, mulai 2024 nanti. Terutama setelah mendengar kritik dari Jurgen Klopp dan Pep Guardiola.

Banyaknya pertandingan yang dikritik, sebenarnya juga didorong oleh pendapat para pemilik klub yang merasa perlu mendapatkan lebih banyak pendapatan. Dengan pertandingan yang lebih banyak, maka pendapatan bagi klub bertambah.

UEFA dalam hal ini tetap terbuka terhadap kemungkinan pembatalan dua tambahan peserta Liga Champions, untuk klub berdasarkan catatan sejarah mereka. Perubahan yang diusulkan itu, kemungkinan memang bisa membuat semua klub di 6 liga teratas Eropa, lolos setiap tahun. Bahkan jika mereka tidak masuk empat besar di liga domestik masing-masing.

Ceferin juga menyatakan akan bertemu dengan kelompok supporter  yang telah melakukan loby pada Perdana Menteri Inggris minggu lalu. Dalam hal ini juga akan dicari cara, bagaimana mengintegrasikan suara mereka agar bisa masuk dalam struktur UEFA.

Penulis: Budi erje

Editor: Budi erje

Sumber: dailymail.co.uk

Comments
Loading...