Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Barang Elektronik Rusak karena Voltase Listrik Naik Turun, PLN Kudus Siap Perbaiki Gratis

Manajer PLN ULP Kudus Kota Mustopa Rizal (Berkacamata) dan Manajer Bagian Jaringan PLN UP3 Kudus M Gati. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kudus akan menerjunkan teknisi dan memperbaiki jika ada kerusakan akat elektronik yang dimiliki masyarakat akibat gangguan listrik. Seperti tidak stabil atau turunnya voltase jaringan listrik.

Masyarakat juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikan barang elektronik tersebut. Hal tersebut diungkapkan Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kudus Kota Mustopa Rizal saat ditemui di Kantor PLN Jati, Kudus, Senin, (26/4/2021).

“Jika voltase turun dan ada elektronik rusak, bisa diadukan ke kami. Nanti kami turunkan teknisi untuk mengeceknya, dan akan kami perbaiki kalau memang itu dampak dari jaringan kami yang kurang baik. InsyaAllah tanpa biaya, karena jika benar (karena voltase turun) itu kesalahan kami, ” katanya.

Lebih lanjut, ia menyatakan kerusakan barang elektronik dikarenakan voltase yang tidak stabil akan berakibat pada salah satu komponen tertentu. Namun masyarakat tidak bisa mengklaim kan jika barang elektronik sudah diperbaiki terlebih dahulu.

“Pasti ada komponen tertentu yang rusak, misal komponen A. Jadi ketika rusak bukan karena voltase akan ketahuan. Sebenarnya belum ada SOP untuk hal ini, jadi memang butuh kajian terlebih dahulu untuk memastikan penyebab kerusakannya, ” jelasnya.

Baca: Listrik Sering Padam Saat Ramadan, Begini Tanggapan PLN Kudus

Terpisah, Ketua RT3 RW3 Kelurahan Wergu Wetan Kudus Arif Saifudin mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga sering terjadinya voltase naik turun. Yang menyebabkan sejumlah barang elektronik pun rusak, seperti kulkas, hingga kipas angin.

“Ada belasan warga di RT 3 dan RT 2 RW 3 yang mengeluhkan itu pada akhir Maret lalu. Mereka juga membuat surat permohonan, agar voltase tidak naik turun. Sempat juga dites oleh warga turunya drastis yang harusnya 220v jadi 150v, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...