Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tak Mau Susahkan Anak, Nenek di Kudus Ini Pilih Buat dan Jual Kerupuk Terasi

Khumayah sedang menjemur kerupuk buatannya di halaman rumahnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pekerjaan membuat kerupuk terasi dilakoni warga RT 04, RW 02, Gang 8, Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus bernama Khumayah. Hal itu dilakukan olehnya untuk menyambung hidup.

Ditemui MURIANEWS di kediamannya, Khumayah tengah merebus bumbu yang digunakan untuk membuat kerupuk terasi. Pekerjaan itu dilakoninya sejak 2002 silam. Bahkan, sejak suaminya meninggal sembilan tahun lalu, pekerjaan ini menjadi gantungan hidupnya.

Menurutnya, yang penting dapat menyambung hidup kebutuhan sehari-hari. Dia juga tak mau merepotkan enam orang anaknya.

Saat ini dalam sehari dia mampu membuat lima hingga sepuluh kilogram kerupuk terasi. Namun, paling sering dia hanya membuat lima kilogram kerupuk terasi. Hal ini lantaran tenaganya yang dirasa sudah tak sekuat dulu.

Kados ngeten niki limang kilo pesenan tiyang. Soale kulo nggih mpun mboten kiyat tenogone. Nek ndek mbiyen tasih wonten bapak nggih sedinten mesti ndamel sepuluh kilo. (Seperti ini lima kilogram pesanan orang. Soalnya saat ini sudah tidak sekuat dulu tenaganya. Kalau dahulu saat masih ada suami ya pasti membuat sepuluh kilogram),” katanya, Senin (26/4/2021).

Kerupuk terasi yang masih mentah itu dijualnya dengan harga beragam. Bergantung pada ukurannya. Untuk kerupuk terasi mentah ukuran satu kilogram dijual seharga Rp 22 ribu.

Sedangkan ukuran ½ kilogram dijual Rp 11 ribu. Sementara untuk ukuran 1/4 dijual Rp 5.500. Kerupuk terasi buatannya itu saat ini disetor ke beberapa warung di daerah Undaan. Selain menjual mentah, dia juga menjual kerupuk terasi yang sudah matang.

Ditanya soal penghasilan, Khumayah tidak menghitung secara rinci. Namun, dia merasakan adanya peminat yang lebih banyak saat Ramadan tahun ini.

Kula mboten ngitung untunge. Tapi radi rame niki wayah Ramadan. Nek kulo sing penting niku duite saged nggih kulakan malih lan saged ngurupi kula. (Saya tidak menghitung keuntungannya. Tetapi saat Ramadan seperti ini memang ramai. Bagi saya yang penting uangnya dapat digunakan untuk kulakan dan kehidupan sehari-hari),” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...