Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pondok Pesantren di Jepara Mulai Pulangkan Ribuan Santrinya

Santri di Ponpes Balekambang menjalani pemeriksaan kesehatan. (MURIANEWS/Ponpes Balekambang)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah pusat sudah mulai melakukan pengetatan bagi pemudik. Tidak hanya pekerja, pengetatan juga dilakukan kepada santri-santri.

Di Kabupaten Jepara, salah satu pesantren justru sudah berangsur-angsur memulangkan santrinya.

Arif Muzakki, Humas Pondok Pesantren (Ponpes) Balekambang menyatakan, pihak pondok sudah memulangkan ratusan santri sejak, Minggu (25/4/2021). Untuk tahap pertama ini, santri yang dipulangkan berasal dari luar Pulau Jawa.

“Sudah kami pulangkan kemarin sore. Khusus santri-santri dari luar Jawa,” kata Arif, Senin (26/4/2021).

Arif menyebut, jumlah santri luar Jawa mencapai ratusan. Namun, tidak semuanya pulang ke kampung halaman. Sebagian dari mereka memilih pulang ke rumah saudara di Demak atau Purwodadi.

Pihaknya mengungkapkan, ada satu daerah tujuan yang menyulitkan kepulangan para santri. Yaitu di Kalimantan Tengah. Setiap santri harus membawa surat tes PCR yang hanya berlaku 1 kali 24 jam.

“Yang masih bermasalah memang Kalteng. Kebijakan di sana ketat. Tapi sudah ada dua santri yang berhasil sampai ke kampung halaman di Kalteng. Yang empat santri nanti hari Rabu. Kalau daerah-daerah lain cukup pakai swab antigen atau Genose,” ujar Arif.

Sementara itu, bagi santri-santri yang rumahnya masih di dalam Pulau Jawa, mereka akan dipulangkan dalam kurun waktu empat hari mulai Selasa (27/4/2021) esok. Mereka diharuskan pulang dengan dijemput keluarga masing-masing.

Dari 2.900 santri di Ponpes Balekampang, lanjut Arif, ada beberapa santri yang memilih tetap bermukim di pondok dibanding pulang kampung. Selain karena mendapat tugas menjaga pondok, ada juga yang memang tidak bisa pulang kampung lantaran kesulitan dengan prosedur.

“Santri kami pulangkan pekan ini semua. Nanti harus kembali ke pondok tangga 2 Juni,” jelas Arif.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan, pihaknya tegak lurus dengan keputusan pusat. Pihaknya bahkan sudah mengkomunikasikan larangan mudik ini kepada ponpes-ponpes di Bumi Kartini.

Biasanya, kata Andi, para santri Jepara yang mondok di luar kota, akan pulang kampung tujuh hari jelang Lebaran. Pihaknya menyebut, jumlah santri Jepara yang mondok di luar daerah lebih dari lima ribu santri.

“Biasanya H-7 mereka sudah pulang kampung. Itu kan, sesuai dengan aturan pusat. Sepekan sebelum Lebaran dilarang mudik. Tapi biasanya santri juga pulang sebelum itu,” pungkas Andi, Senin (26/4/2021).

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...