Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Klaster Masjid Juga Muncul di Karanganyar, 12 Jemaah Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ilustrasi (Pixabay)

MURIANEWS, Karanganyar – Klaster penularan Covid-19 dari lingkungan masjid kembali muncul di Karanganyar. Kali ini klaster itu berada di wilayah Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan, Jaten, Karanganyar.

Dari informasi yang ada, sebanyak 12 orang jemaah masjid tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu dibenarkan Kades Jati, Haryanto, Minggu (25/4/2021).

Haryanto mengatakan kasus Covid-19 di masjid itu merebak di masjid wilayah Jati pada pekan pertama Ramadan. Tepatnya saat jemaah mengikuti Salat Jumat.

Warga mencurigai adanya pernyebaran Covid-19 di masjid karena banyak yang batuk lalu meminta jemaah diuji swab. Hasilnya, terdapat 12 orang jemaah masjid terkonfirmasi positif. Jumlah kasus positif Covid-19 dari klaster masjid di Jaten, Karanganyar, ini termasuk banyak.

“Memang benar ada klaster masjid. Kalau dilihat dari posisinya masjid itu kerap digunakan orang melintas untuk ibadah. Jadi tidak tahu juga awalnya dari siapa. Lalu kok pas Jumatan pekan pertama puasa itu banyak yang batuk, warga curiga. Tapi masjid itu kan digunakan warga satu dusun, semua kontak erat satu dusun di-tracing dan data terakhirnya sampai saat ini sudah 12 orang yang positif,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com.

Akibat hal tersebut warga setempat memutuskan menutup sementara semua kegiatan di masjid mulai Jumat (23/4/2021). Selain itu, warga yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster masjid di Jaten, Karanganyar, saat ini menjalani isolasi mandiri dan terpantau dalam kondisi baik.

Haryanto menegaskan setelah ada klaster masjid di wilayahnya, ia meminta semua tempat ibadah Desa Jati memperketat prokes.

“Sudah diberikan selebaran untuk memperketat prokes. Sebisa mungkin diputus rantai persebarannya,” bebernya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan munculya klaster Covid-19 di masjid Jaten itu ditindaklanjuti Satpol PP dengan meningkatkan patroli prokes.

Patroli dan pengawasan itu khususnya di tempat-tempat ibadan. Namun, ia menegaskan fungsi Satpol PP hanya membantu Satgas Covid-19 desa dan kecamatan.

“Karena ini masih PPKM mikro kan tanggung jawab ada pada Pemdes dan Pemcam. Kami hanya membantu karena tidak mungkin kami mengawasi seluruh Karanganyar,” bebernya.

Satpol PP sudah berkomunikasi dengan pengurus masjid dan tempat ibadah lainnya untuk memperketat prokes agar tidak terjadi hal yang sama.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...