Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Doa Lintas Agama di Gereja Baptis Kudus, Doakan Kru KRI Nanggala-402 dan Pandemi Segera Sirna

Doa lintas agama di Gereja Baptis, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Toleransi keanekaragaman budaya beragama hingga kini masih dijunjung tinggi masyarakat Kota Kretek. Terbukti dengan adanya doa bersama lintas agama yang digelar oleh Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan (Tali Akrap), Minggu (25/4/2021) petang.

Doa lintas agama ini digelar di Gereja Baptis, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Berbagai penganut agama dan kepercayaan, mengikuti kegiatan ini mulai dari penganut Islam, Kristen, Katholik  Buddha, dan Hindu. Kemudian ada umat Bahai (Pati) dan penghayat kepercayaan Sapta Dharma.

Dalam acara itu, perwakilan dari masing-masing agama dan kepercayaan bergantian memimpin doa sesuai dengan agama atau kepercayaanya masing-masing. Acara tersebut juga dilanjutkan dengan buka bersama.

Ketua Tali Akrap Moh Rosyid mengatakan,  kegiatan ini bertujuan memohon doa agar pandemi Covid-19 yang hingga kini masih ada, bisa segera berlalu. Selain itu, doa juga dikirimkan untuk TNI AL yang saat ini tengah terkena musibah.

“Musibah yang menimpa kapal selam KRI Nanggala-402 di selat Bali semoga anak buah kapal (ABK) bisa segera ditemukan. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” katanya.

Doa bersama tersebut juga bertujuan agar seluruh umat beragama ataupun kepercayaan di Indonesia selalu diberi kondisi tubuh yang tetap sehat dan terjaga di masa pandemi.

“Semoga adanya doa tadi semua masyarakat bisa selalu sehat dan diberi kelancaran saat beraktivitas,” ucapnya.

Menurutnya momen tersebut, juga digunakan sebagai momentum sejumlah penganut agama lain, menceritakan tentang ibadah puasa yang ada di agama atau kepercayaanya. Sehingga masyarakat akan tahu bahwa puasa bukan hanya ada pada agama Islam melainkan agama lain juga melaksanakannya.

“Setiap agama mengajarkan puasa. Tapi dengan waktu dan caranya masing-masing,” ucapnya.

Baca: Serpihan Komponen Kapal Ditemukan, KRI Nanggala-402 Dinyatakan Tenggelam

Sementara Pendeta Gereja Baptis Suprayitno menyatakan, sama sekali tidak keberatan gerejanya digunakan untuk doa bersama lintas agama dan juga buka bersama. Bahkan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang bisa memupuk kesatuan bangsa dan negara tersebut.

“Saya sendiri sangat tertarik. Karena meningkatkan persatuan kebersamaan bergama hingga kepedulian terhadap sesama. Karena kita hidup di masyarakat tidak bisa hidup sendiri, toleransi beragama sangat bagus digalakkan seperi ini, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...