Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Menjelang Senja Bersama Cak Nun

Cak Nun: Sumber Nilai Utama dan Sejati Adalah Keluarga

Cak Nun dalam program menjelang senja Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang diselenggarakan PR Sukun. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Budayawan sekaligus ulama Emha Ainnun Najib atau yang kerap dikenal sebagai Cak Nun dalam acara Menjelang Senja Bersama Cak Nun & Kiai Kanjeng oleh PR Sukun, Minggu (25/4/2021) menuturkan sumber nilai paling utama dan sejati hidup manusia itu berkeluarga.

Oleh karena itu, seluruh langkah, setiap tindakan ataupun perkataan harus dipertimbangkan sebagai sumber keselamatan bersama dalam berkeluarga.

“Tidak saling menindas, menekan, ataupun menganiaya. Tapi saling mencari kemaslahatan bersama, itu yang dinamakan keluarga, kalau cari untung sendiri itu namanya kapitalis. Hidup ini berkeluarga,” kata Cak Nun dalam siaran live di channel Youtube PR Sukun, MURIANEWS TV, dan CakNun.com.

Apalagi, lanjut Cak Nun, dalam surat Al Isra ayat 23, Allah sudah mewanti-wanti agar bisa menghormati orang tua. Maksud orang tua sendiri bukan hanya berlaku pada orang tua  keluarga kecil, melainkan siapa saja yang hidup terdahulu.

“Ketika Bapak atau Ibumu diberi umur panjang, maka Allah memberi nasehat jangan bicara jelek kepada orang tuamu, kita harus menghormatinya. Jika ingin dihormati yang lebih muda, maka hormatilah juga yang lebih tua,” jelas Cak Nun.

Selain itu, dalam Islam juga ada istilah surga di bawah telapak kaki ibu. Namun, jangan salah dalam menerjemahkan kata itu.

Padahal kata tersebut memiliki terjemahan yang harus saling menyelamatkan satu sama lain, bukan sebaliknya.

“Surga di telapak kaki ibu menurut almarhumah ibu saya itu, untuk Ibu. Supaya ibu menyelamatkan anaknya, sebagai peringatan bahwa menjadi seorang Ibu harus tidak boleh salah dalam berbicara, hati, atau konsep pendidikan. Yang bisa mencelakakan anaknya, tolong dipahami dalam konsep keluarga yang positif,” ucap Cak Nun.

Keluarga sendiri, sambung Cak Nun, juga memiliki makna yang begitu  luas. Termasuk juga hidup bernegara seperti, pemerintah-rakyat, perusahaan-karyawan dan yang lain.

“Seluruh hidup ini berpotensi memiliki nilai keluarga. Jadi setiap anggota keluarga harus mengerti posisi dan apa yang harus diperbuatanya. Kapan berterimakasih, bersyukur, dan seterusnya. Paling utama dan paling sejati hidup manusia itu berkeluarga,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Simak siaran Menjelang Senja Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng:

Comments
Loading...