Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Berdiri Sejak Era Kolonial, Masjid di Janggalan Kudus Ini Usianya Capai 163 Tahun

Suasana di dalam Masjid Al Muamar di Desa Janggalan, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Masjid Al Muamar di RT 05, RW 02, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dahulu bernama Masjid Al Islah. Masjid itu dibangun pada 31 Januari 1858.

Masjid Al Islah atau Masjid Al Muamar ini menjadi salah satu maajid tertua di Desa Janggalan.

Di masanya, masjid ini digunakan untuk salat lima waktu. Saat itu masih era kolonial. Masjid Al Islah memiliki makna perdamaian.

Kemudian beriringan dengan renovasi pertama, masjid ini beralih nama menjadi Al Muamar pada 1984. Nama Al Muamar diberikan oleh KH. Arwani, seorang ulama kharismatik di Kudus.

Warga keluar dari Masjid Al Muamar di Desa Janggalan, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Muhammad Basyir, Pengurus Masjid Al Muamar mengatakan masjid ini usianya sekitar 163 tahun. Ia juga menyebut, masjid Al Muamar sudah berfungsi sebagai tempat ibadah saat zaman kolonial.

“Di prasasti berupa ukiran kayu itu juga ditulis ada tiga tukang yang membangun Masjid Al Islah saat itu. Ada tulisan arab. Kalau dibaca itu Singojoyobodo, Sutodirno, dan Hamidin,” katanya, Sabtu (24/4/2021).

Saat belum direnovasi, Masjid Al Islah memiliki tiga sap atap. Menurut Muhammad Basyir, ciri khas masjid besar di desa dulunya dibuat demikian. Saat ini mustaka masjid yang dibangun pada abad 16 masih dipasang di bagian atap masjid.

“Prasasti dan mustaka masih kami lestarikan sebagai bentuk menghargai sejarah dari masjid ini,” terangnya.

Baca: Adopsi Desain Khas Turki yang Indah, Masjid di Kudus Ini Bikin Kerasan Ibadah

Masjid Al Islah yang kini sudah berganti nama menjadi Masjid Al Muamar saat ini rutin digunakan untuk kegiatan pengajian dan salat.

Setiap malam Jumat selepas isya ada kegiatan Al Berjanji atau berjanjen. Di malam Sabtu setelah magrib ada istigasah. Kemudian di malam Minggu ada pengajian tafsir Alquran oleh KH Ahmad Abdul Basith. Lalu, di malam Rabu ada pengajian fiqih.

“Selama Ramadan ini menjelang buka puasa kami ada pengajian kitab pendek Maqo Idus Ssaum dan Fiqh,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...