Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dua Tahun Terakhir, Tidak Ada Gelaran Pasar Murah Lebaran di Kudus

Ilustrasi: Pasar murah jadug di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Selama dua tahun terakhir, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus tidak menggelar pasar murah menjelang Lebaran. Kondisi pandemi Covid -19 yang hingga kini belum juga usai, menjadi alasan kuat ditiadakanya pasar murah tersebut.

Bahkan, semenjak tahun lalu anggaran untuk menggelar pasar murah yang menjual kebutuhan pokok atau sembako yang lebih murah tidak dianggarkan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, tahun 2021 ini pasar murah di Kabupaten Kudus memang tidak digelar. Pihaknya belum berani menggelar pasar murah yang jelas akan memicu kerumunan massa dalam jumlah banyak.

Diketahui, di tahun 2019 lalu gelaran pasar murah di Alun-alun Kudus ludes diserbu warga Kota Kretek tidak lebih dari dua jam. Bahkan, masyarakat rela antre satu jam sebelum pasar murah tersebut dibuka.

“Sebab ini masih pandemi tidak boleh melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Seperti pasar murah jelas akan memicu kerumunan. Makanya kami tiadakan,” katanya, Sabtu (24/4/2021).

Terlebih di tahun 2020 dan tahun 2021 ini, sambung Sudiharti, memang tidak ada anggaran untuk menggelar pasar murah di Kudus. “Memang dua tahun ini tidak dianggarkan, dengan pertimbangan kondisi pandemi itu,” ucapnya.

Meski demikian, pihak berharap pandemi Covid -19 bisa segera usai. Dan gelaran pasar murah bisa diselenggarakan kembali pada tahun depan.

Sebab, bagaimanaipun itu pasar murah bisa sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Sementara menjelang Lebaran ini, ketersediaan stok kebutuhan pokok di Kudus masih dalam kondisi aman. Begitu juga dengan harga kebutuhan pokok yang masih normal dan cenderung landai.

“Stok kebutuhan pokok di Kabupaten Kudus saat ini  masih aman,  harga juga stabil belum ada kenaikan yang signifikan. Seperti telur, saat ini dari gudang di angka Rp 21 ribu dan di pasar harganya 24 ribu per kilogram, ” jelasnya.

Hanya saja, lanjut dia, untuk stok kebutuhan aneka jajan untuk Lebaran banyak yang masih membatasi. Sebab, kondisi pandemi Covid -19 yang hingga kini masih belum usai dan mengantisipasi kurangnya minat dari masyarakat.

“Contohnya misal di swalayan, stok jajan kaleng biasanya sekian ribu. Sekarang tidak, dan itu hampir di semua lokasi perbelanjaan atau pasar seperti itu, memang tidak berani stok terlalu banyak karena masih pandemi, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...