Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Video Kapal Selam Terapung saat Pencarian Nanggala-402 Beredar di Medsos, Ternyata KRI Ardadedali-404

Viral selam terapung, netizen berharap itu KRI Nanggala-402. Ternyata KRI Ardadedali-404. (Tangkapan layar video viral)

MURIANEWS, Jakarta – Upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 hingga kini masih berlangsung. Di tengah-tengah pencarian tersebut, sebuah video yang memperlihatkan sebuah kapal selam terapung tanpa pergerakan di tengah laut beredar di media sosial.

Video kapal selama mengapung itu, terlihat diambil dari jarak jauh. Karena tak ada pergerakan yang berarti, spontan netizen berharap kapal selam yang terlihat mengapung di kejauhan itu KRI Nanggala-402.

Namun TNI langsung memberikan klarifikasi. Pasalnya kapal selam tersebut bukanlah KRI Nanggala-402, melainkan KRI Ardadedali-404.

“Itu KRI 404, Ardadedali,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Achmad Riad seperti dikutip Detik.com, Sabtu (24/4/2021).

Seperti diketahui KRI Nanggala-402 hilang kontak dalam latihan penembakan torpedo pada Rabu (21/4/2021) dini hari. Hingga kini, pukul 09.49 WIB, belum ada kabar kapal selam yang ditumpangi 53 awak tersebut bisa dievakuasi.

Saat ini KRI Nanggala-402 masih terus dicari, meski sudah lewat 72 jam sejak dinyatakan hilang kontak. Oksigen diperkirakan hanya tersedia di kapal hingga pukul 03.00 WIB tadi.

“Masih SAR terus. (Kekuatan SAR) masih seperti kemarin. (Kapal penyelamat) Singapura masih belum datang. Kapal swift rescue itu nanti jam 23.00 baru sampai,” terang Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono.

“KRI Rigel sudah menurunkan perlengkapannya. Mereka dibagi area, semua kapal yang ada sekitar 15 di Angkatan Laut, kemudian unsur asing ada 8, pesawat itu ada 5, kemudian dari polisi ada 3 dan Basarnas, lainnya itu sudah dibagi area (pencarian),” imbuh Julius.

Seperti diketahui, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) TNI Yudo Margono mengatakan oksigen di dalam kapal selam tersebut hanya tersedia sampai pukul 03.00 WIB, pagi tadi. Berdasarkan penjelasan Yudo, artinya saat ini oksigen dalam KRI Nanggala-402 sudah habis.

“Kemampuan oksigen KRI jika dalam kondisi yang diperkirakan blackout seperti sekarang ini mampu 72 jam. Kurang-lebih 3 hari. Kalau kemarin hilang kontak jam 3, nanti bisa sampai Sabtu jam 3, sehingga 72 jam,” kata Laksamana Yudo dalam jumpa pers di Lanud Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis (22/4).

Fokus lokasi pencarian KRI Nanggala-402 di laut sebelah utara Bali, sekitar 40 km dari Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Pasalnya, di lokasi tersebut ditemukan tumpahan minyak dan daya magnet yang besar yang diduga bersumber dari KRI Nanggala-402.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...