Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

PSG Pati, Klub ‘Sultan’ Liga 2 Indonesia di Bumi Mina Tani

Pemilik PSG Pati, Saiful Arifin. (liputan6.com/PSG Pati)

MURIANEWS, Kudus- Klub ‘Sultan’ di Liga 2 Indonesia, setelah RANS Cilegon FC dan Dewa United adalah PSG Pati. Klub ini juga merupakan klub yang baru saja diakuisisi sahamnya oleh tokoh ‘tajir’ asal Pati, Jawa Tengah.

Adalah Saiful Arifin, Wakil Bupati Pati yang melakukan proses akuisisi klub PSG (Putra Sunan Giri) Gresik itu. Pada 16 Desember 2020, Saiful Arifin resmi mengakuisisi saham dan sekaligus memindahkan home base klub ini dari Jember, Jawa Timur ke kota Pati, Jawa Tengah.

Keseriusan Saiful Arifin untuk melakukan pembinaan sepak bola, tampaknya tidak main-main. Sebelum ini Saiful Arifin sudah mendirikan Safin Football Akademi, dengan fasilitas pendukung yang modern. Rencananya di sepak bola, nampaknya dilakukan dengan sangat matang.

Terakhir, PSG Pati sudah melakukan beberapa gebrakan, dimulai dengan melakukan rekrutmen sejumlah pemain, mereka juga sudah melaunching jersey mereka. Latihan persiapan juga sudah dilakukan mereka di Kompleks Safin Football Akademi, Pati.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Desember 2020, Saiful Arifin punya total kekayaan lebih dari Rp185 miliar.

Klub ‘sultan’ di Liga 2 Indonesia adalah Persis Solo. Meski nama Persis Solo sudah melegenda, namun namanya justru moncer setelah ada campur tangan sejumlah tokoh yang mengurusinya. Di Persis Solo yang baru ada nama Kaesang Pengarep, yang tidak lain adalah putra bungsu Presiden RI Joko Widodo.

Tingkat ‘kesultanan’ Persis Solo, ternyata tidak hanya karena adanya Kaesang di sana. Namun ternyata masih ada nama Kevin Nugroho dan Erick Thohir. Nama terakhir bahkan saat ini masih menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam kepemilikan saham di Persis Solo, Kaesang Pengarep menjadi yang terbanyak dengan menguasai 40 persen. Selanjutnya sebanyak 30 persen dikuasai pleh Kevin Nugroho dan Erick Thohir menguasai 20 persen.

Begitu proses legalitas pengalihan saham rampung, Kaesang dengan lantang menyatakan Persis Solo menargetkan bisa promosi ke Liga 1. Mau tidak mau, gelontoran dana besar harus dilakukan Kaesang untuk mewujudkan hal itu.

 

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: cnnindonesia.com

 

Comments
Loading...