Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Demo Tambang Andersit di Purworejo Ricuh, 11 Orang Sempat Diamankan Polisi

Massa aksi bendungan Bener yang ditangkap polisi. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

MURIANEWS, Purworejo – Demo penolakan rencana pelaksanaan quarry (tambang) andersit untuk pembangunan Mega Proyek Bendungan Bener di Purworejo, Jumat (23/4/2021) berakhir ricuh. Petugas bahkan mengamankan 11 orang dalam aksi tersebut.

Hanya saja, penahanan tersebut berlangsung sementara untuk meredam aksi lebih lanjut. Saat ini, Sabtu (24/4/2021) ke-11 orang tersebut sudah dibebaskan. Mereka dibebaskan setelah petugas dari Polres Purworejo selesai meminta keterangan dan melakukan tes urine.

“Kita lepas karena sudah selesai pemeriksaan dan hasil tes urine semua negatif (narkoba,” kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito seperti dikutip Detik.com, Sabtu (24/4/2021)

Kapolres menjelaskan, awal mula penahanan itu berawal saat ratusan warga desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo melakukan aksi penutupan akses jalan utama menuju Desa Wadas, Jumat (23/4/2021).

Blokade jalan dengan pepohonan dan batu itu dilakukan sebagai bentuk penolakan atas rencana penambangan batu andesit yang akan digunakan untuk pembangunan Bendung Bener.

Karena dirasa mengganggu akses keluar masuk desa, warga lain kemudian melaporkan blokade tersebut kepada aparat kepolisian. Namun, aparat gabungan dari Polres, Brimob dan Kodim 0708 Purworejo yang datang ke lokasi untuk membersihkan jalan justru akhirnya bentrok dengan massa aksi.

“Awalnya kami mendapatkan laporan ada masyarakat yang diintimidasi tidak boleh ikut sosialisasi pembangunan Bendung Bener. Ada laporan juga pemblokiran jalan yang merupakan jalan kabupaten dan menuju desa sehingga masyarakat menjadi terhalang. Kemudian kami lakukan pembersihan jalan,” terang kapolres.

“Kemudian berujung dengan tindakan anarkis. Upaya-upaya preventif komunikasi dan mengajak dialog sudah kami upayakan namun tidak diindahkan dan ada upaya provokatif, pelemparan batu dan kayu kepada aparat sehingga kami bubarkan,” imbuhnya.

Akibat hujan batu itu, sedikitnya lima petugas polisi luka-luka. Petugas akhirnya mengamankan sedikitnya 11 orang yang disebut polisi sebagai provokator aksi.

“Anggota kami yang luka-luka ada lima orang dan kami amankan 11 orang yang diduga sebagai provokator, bahkan beberapa di antaranya bukan warga Wadas, bahkan luar Purworejo,” jelasnya.

Meski begitu, 11 orang yang diamankan sudah dibebeaskan. Mereka dibebaskan setelah petugas dari Polres Purworejo selesai meminta keterangan dan melakukan tes urine.

“Kita lepas karena sudah selesai pemeriksaan dan hasil tes urine semua negatif (narkoba). Yang lima warga Wadas kami kembalikan melalui Polsek Bener dan enam luar warga Wadas kami kembalikan ke kuasa hukumnya,” kata Kapolres , Sabtu (24/4/2021).

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli datang ke Mapolres Purworejo untuk mendampingi ke-11 orang yang diamankan tersebut. Yogi berharap masalah yang dihadapi kliennya itu segera usai.

“Saya ke sini mendampingi warga yang diamankan di Polres Purworejo. Ya harapanya cepat selesai dan bisa dilepas, akhirnya dilepas juga,” ucap Yogi saat di Mapolres Purworejo.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...