Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kasus Covid 19 Bermunculan, DPRD Jateng Desak Pemprov Evaluasi PTM Tahap II

Pelaksanaan PTM di MAN 1 Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Semarang – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mendesak Pemprov Jateng mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap II.

Alasannya, sejumlah kasus Covid 19 bermunculan dan di sisi lain Pemprov Jateng merencanakan akan melaksanakan PTM tahap III, 26 April-7 Mei 2021.

Kasus Covid 19 itu muncul di lingkungan sekolah. Tak hanya guru dan siswa yang positif, bahkan ada guru yang sampai meninggal dunia.

Munculnya kasus Covid itu di antaranya terjadi di Kabupaten Pati. Dari hasil swab antigen di salah satu sekolah yang mengikuti simulasi PTM, ternyata dari 17 guru ada lima orang yang positif. Sedangkan dari 13 siswa, ada tiga siswa yang positif.

Kasus Covid-19 juga terjadi di Kabupaten Sragen. Ada 3 guru SMAN 1 Gondang yang meninggal dunia dan terkonfirmasi Covid-19 pada April 2021. Meskipun SMAN 1 Gondang tersebut tidak masuk dalam 140 sekolah yang menggelar uji coba PTM tahap II.

Kasus Covid juga muncul di SMA di Wonogiri, SD negeri dan swasta setempat. Hal yang sama juga terjadi di Boyolali.

“Sebelum PTM dilanjutkan, harus ada evaluasi. Karena muncul kasus Covid 19 di sejumlah daerah di lingkungan sekolah. Kalau tak ada evaluasi, atau hasil evaluasi kondisinya mengkhawatirkan maka hendaknya dihentikan dulu. Karena nyawa guru dan siswa ini lebih penting,” kata Yudi, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, meski kemunculan kasus Covid 19 itu terjadi di jenjang SD-SMP namun mesti menjadi perhatian serius dari Pemprov. Karena berkaitan dengan status wilayah tersebut, zona rawan atau tidak.

Yudi menyatakan kekhawatiran terhadap kesehatan para guru. Dengan usia yang tak lagi muda bahkan ada yang mendekati pensiun, maka daya tahan atau imun tubuh mereka tak sebagus para siswa.

“Siswa mungkin kena Covid 19 tak masalah, karena imun tubuhnya baik. Tapi kalau nular ke guru atau ke orang tua atau keluarga di rumah, ini yang mengkhawatirkan,” ujar Yudi yang duduk di Komisi E DPRD Jateng ini.

Ia berharap, pelaksanaan PTM ini juga sejalan dengan program vaksinasi. Maksudnya, pemerintah daerah harus benar-benar menekan tingkat interaksi fisik masyarakat.

Di sisi lain, menunggu setidaknya 70 persen populasi di suatu daerah memperoleh vaksinasi hingga menjadi herd immunity. Ia mengingatkan, jangan sampai pemerintah dan masyarakat terlena dan menyebutkan lonjakan kasus di India yang demikian luar biasa.

“Jangan sampai uji coba PTM di semua jenjang pendidikan ini justru menimbulkan kasus baru. Lebih berat lagi jika itu nanti berimbas ke masalah ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Jateng telah menjalankan dua kali uji coba PTM. Uji coba PTM pertama dilakukan pada akhir tahun 2020 namun gagal. Saat itu, 179 siswa SMK Negeri Jateng terpapar Covid 19.

Uji Coba PTM tahap II yang diikuti 140 sekolah pada 5-16 April 2021. Diketahui terdapat kasus Covid 19 di sejumlah daerah. Pemprov Jateng merencanakan PTM tahap III pada 26 April-7 Mei 2021.

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...