Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tiga Pengedar Uang Palsu di Karanganyar Dibekuk Polisi, Modusnya Dibelanjakan di Toko Kelontong

Petugas menunjukkan uang palsu hasil sitaan tiga pengedar di Karanganyar. (Humas Polres Karanganyar)

MURIANEWS, Karanganyar – Polsek Colomadu mengamankan tiga pelaku peredaran uang palsu. Ketiga pelaku tersebut masing-masing IS (40) warga Pancoran Jakarta Selatan, SBH (32) warga Desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu, serta VC alias UAK (24) warga Cemani Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Selain mengamankan ketiga tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 32 lembar pecahan uang yang diduga palsu senilai Rp 3.650.000.

Kapolres Karanganyar AKBP Mochammad Syafi Maulla mengatakan, penangkapan ketiga pelaku berawal dari laporan salah satu pedagang toko kelontong yang berada di Desa Gedongan Colomadu.

”Saat itu tersangka IS membeli  sejumlah barang di warung milik Sudiyono, tepatnya Senin (5/04/2021). Karena merasa curiga,  pemilik warung langsung melaporkan ke Polsek Colomadu,” katanya dalam siaran pers di laman resmi Tribrata Polda Jateng.

Menerima laporan tersebut, anggota Polsek Colomadu langsung mendatangi lokasi dan mengamankan IS serta barang bukti berupa uang yang diduga palsu senilai Rp 3.650.000 dari dalam mobil yang dikendarainya.

“Saat itu juga tersangka IS kami amankan bersama barang bukti berupa uang palsu,”jelas Kapolres.

Kepada petugas, IS mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari VC melalui perantara SBH. Keduanya membeli uang palsu tersebut dengan perbandingan satu lembar uang asli dengan mendapat dua lembar uang palsu.

“Dari hasil tersebut, tim langsung mengamankan SBH dan VC di rumahnya. Ketiga pelaku kini dijerat dengan UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun penjara serta denda Rp 15 miliar rupiah. Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tutup Kapolres.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...