Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dikira Ada Bencana, Situasi Mencekam di Kantor DPUPR Grobogan Ternyata Hanya Simulasi

Salah satu pegawai DPUPR Grobogan yang jadi korban dievakuasi petugas dalam simulasi bencana. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Sejumlah warga dan pengendara sempat dibikin kaget saat melintas di depan Kantor DPUPR Grobogan, Jumat (23/4/2021). Hal ini menyusul terndengarnya bunyi sirene mobil ambulans milik PMI Grobogan di halaman kantor yang berada di Jalan Gajah Mada Purwodadi tersebut.

Setelah itu, ada banyak pegawai kantor yang berlarian lewat pintu depan maupun belakang sambil menutup kepalanya dengan tangan, tas atau buku. Demikian pula dengan Kepala DPUPR Grobogan Een Endarto juga melakukan tindakan yang sama.

Tidak lama berselang, terlihat sejumlah petugas mengevakuasi salah satu pegawai DPUPR dari dalam gedung menggunakan tandu dan membawanya ke dalam mobil ambulans yang ditempatkan di pelataran depan.

Semula, warga maupun pengendara sempat mengira jika ada peristiwa bencana di kantor tersebut. Selain keberadaan mobil ambulans, banyaknya petugas berseragam BPBD Grobogan dan PMI makin menguatkan dugaan adanya bencana tersebut.

Sejumlah pegawai DPUPR Grobogan sedang berlarian untuk menyelamatkan diri ke tempat aman dalam simulasi penanganan bencana. (MURIANEWS/Dani Agus)

Namun, perkiraan warga maupun pengendara ini ternyata salah. Sebab, situasi yang terlihat mencekat di kantor DPUPR itu ternyata merupakan bagian dari simulasi penyelamatan mandiri saat terjadi gempa.

“Ini tadi cuma kegiatan simulasi evakuasi mandiri yang kita fokuskan ketika ada bencana gempa. Seperti kita ketahui, akhir-akhir ini banyak terjadi gempa. Untuk itu, kita perlu melakukan antisipasi dengan melakukan simulasi penyelamatan mandiri,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih yang memimpin langsung pelaksanakaan simulasi tersebut.

Di sisi lain, kegiatan simulasi itu dilangsungkan dalam rangka rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh pada tanggal 26 April. Pada peringatan HKB tahun ini mengambil tema utama ‘Siap untuk selamat’ dan sub tema ‘Latihan membuat kita selamat dari bencana’.

Menurut Endang, inisiasi dari BNPB menjadikan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana tersebut bertujuan untuk membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan  guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia tangguh bencana.

Endang menambahkan, penanggulangan bencana di suatu wilayah menjadi tanggungjawab bersama. Tak hanya instansi pemerintahan saja, namun seluruh masyarakat juga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana.

“Semoga dari kegiatan ini bisa berdampak pada cepatnya respon masyarakat saat terjadi bencana sehingga bisa meminimalkan korban,” kata mantan Sekretaris DPUPR itu.

 

Reporter: Dani Agus
Eidtor: Ali Muntoha

Comments
Loading...