Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

UMK dan CBSUA Filipina Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Rektor UMK Prof Darsono dalam seminar internasional peringati Hari Bumi. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Memperingati Hari Bumi, Universitas Muria Kudus menggelar seminar internasional bersama perguruan tinggi dari Filipina, Central Bicol State University of Agriculture (CBSUA). Seminar tersebut, bertajuk Dantay International Commemoratiln of Earth Day in the New Normal.

Rektor UMK Prof Darsono, mengatakan, pandemi seperti saat ini justru dijadikan momentum untuk menjadikan bumi lebih baik lagi. Apalagi kerusakan lingkungan saat ini diakui atau tidak memang akibat ulah manusia itu sendiri.

Oleh karena itu dirinya berharap agar semua orang jauh lebih peduli lagi kepada lingkungan untuk keberlangsungan masa depan. “Perbaikan tentu harus dilakukan mulai saat ini, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu,” katanya, Jumat (23/4/2021).

Sementara Dosen Psikologi Lingkungan UMK Nugraini Aprilia menyatakan, untuk menyelamatkan sebuah lingkungan, perlu adanya perubahan mindset. Dalam mengubahnya harus ada informasi yang diberikan berkaitan tentang lingkungan.

“Akan lebih efektif ketika informasi dikemas sesuai dengan kondisi di lingkungan sekitarnya,” ucapnya saat menjadi narasumber.

Dengan adanya informasi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar itu, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Sebab, masyarakat akan merasakan sendiri lingkungan yang dekat dengan kehidupannya masing-masing.

“Informasi yang disajikan juga harus aktual. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan baru yang aktual dan akan tergerak dalam proses perbaikan lingkungan,” jelasnya.

Sedangkan, narsumber dari CBSUA menyebut, kerusakan lingkungan memang sudah terjadi saat ini. Bahkan hutan di negaranya hanya tinggal tiga persen saja, sehingga butuh kerja keras bersama untuk memperbaikinya.

Sebenarnya, lanjut dia, perbaikan lingkungan bermanfaat bagi semua, baik diri sendiri atau generasi masa depan. Setiap hari menurutnya adalah hari bumi dimana harus selalu melakukan perbaikan lingkungan.

“Kita itu lebih membutuhkan bumi, daripada bumi membutuhkan kita. Untuk itu semua orang harus melakukan gerakan untuk perbaikan, seperti melakukan daur ulang, menanam pohon, atau yang lain. Tanpa gerakan itu, tentu kerusakan lingkungan akan semakin parah,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...