Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Satgas Covid-19 Sebut Mutasi Varian Corona Sudah Menyebar ke Semua Provinsi

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

MURIANEWS, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan mutasi virus SARS-CoV-2 hampir menyebar di seluruh provinsi di Indonesia. Sejauh ini terpantau ada lima varian corona di Indonesia yang teridentifikasi, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, dan B1525.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut tiga provinsi menjadi sasaran empuk varian ini, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

“Saat ini sebaran varian sudah hampir ditemukan di seluruh provinsi di Indonesia dan mendominasi di provinsi yang memiliki kota-kota besar berpenduduk padat, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur,” kata Wiku, dalam jumpa pers virtual seperti dikutip Detik.com, Kamis (22/4/2021).

Oleh karena itu, pemerintah Indoneaia terus mempertebal dinding pertahanan negara. Salah satunya dengan memperketat pintu masuk Indonesia terkait kedatangan warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI).

Hal itu guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, termasuk varian baru virus Corona, ke Indonesia.

“Pada prinsipnya mekanisme penapisan yang akan dilalui WNI yang masuk ke Indonesia akan dilakukan secara berlapis, di tempat pemeriksaan imigrasi maupun di pas lintas batas, baik tradisional maupun internasional. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam surat edaran Satgas Nomor 8 Tahun 2021,” tutur dia.

Wiku menjelaskan, nantinya pendatang dari luar negeri wajib menunjukkan surat tanda negatif Covid-19 maksimal 3×24 jam. Mereka, lanjutnya, juga harus melakukan tes PCR ulang. Selain itu, para pendatang dari luar negeri harus melakukan karantina selama 5×24 jam.

“Pertama melakukan pemeriksaan pertama suhu tubuh, dokumen perjalanan, yaitu tanda pengisian e-hac, surat tanda negatif Covid-19 maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan dan dokumen perjalanan internasional pendukung, serta melakukan PCR ulang kedua, melakukan karantina selama 5 kali 24 jam dari waktu kedatangan di pusat karantina milik pemerintah secara gratis untuk pekerja migran Indonesia, tenaga kerja Indonesia, pelajar atau mahasiswa dan WNI yang tidak mampu secara ekonomi,” papar Wiku.

“Atau di hotel yang telah terakreditasi Satgas Covid-19 sebagai hotel yang layak untuk karantina dengan biaya mandiri, ketiga melakukan tes PCR ulang ke-2. Perlu digarisbawahi bahwa selama proses penapisan dilakukan jika terdapat pelaku perjalanan yang terdeteksi positif dari salah satu tes PCR ulang yang dilakukan, maka akan langsung dirujuk untuk perawatan segera di rumah sakit rujukan Covid-19 terdekat,” sambung dia.

Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan bagi pendatang yang ingin berhasil melalui penapisan pintu kedatangan dan hendak ke wilayah lainnya, harus mengikuti prosedur perjalanan yang berlaku.

“Diharapkan para WNI yang ada di luar negeri untuk bersikap bijak dalam memutuskan kembali ke Indonesia, khususnya di masa bulan Ramadhan dan periode Idul Fitri ini,” kata Wiku.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...