Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

TAUSIAH RAMADAN GUS BAHA

Gus Baha: Hidup Kalau Berkecukupan Ya Syukur, Kalau Kurang Ya Tawadu

Gus Baha dalam Tausiah Ramadan bersama PR Sukun. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha dalam Tausiah Ramadan 1442 PR Sukun mengingatkan, apabila seorang manusia diberi kecukupan maka hadapilah dengan rasa syukur.

Namun, jika tengah diberi kekurangan, maka hadapilah dengan tawadu. Tawadu sendiri merupakan perilaku manusia yang mempunyai watak rendah hati, tidak sombong, tidak angkuh, atau merendahkan diri agar tidak kelihatan sombong, angkuh, congkak, dan besar kepala.

Nek sugih diniati ben gampang amal, nek kurang diniati ben gampang tawadu (kalau cukup diniati untuk banyak beramal, kalau kurang ya banyak tawadhu,” ucap Gus Baha, Rabu (21/4/2021)

Ilmu tersebut juga termasuk dalam salah satu dari 40 hadis tentang cara untuk menghadapi hidup. Oleh karena itu, lanjut Gus Baha, apabila manusia mau menjalankan seper sepuluh saja dari hadis Nabi Muhammad, maka hidupnya sungguh luar biasa.

“Nabi juga dawuh demikian, hidup di zaman akhir dan mengamalkan seper sepuluh dari jumlah hadis itu sudah luar biasa,” sambung Gus Baha.

Gus Baha pun turut mengingatkan bila ingin menyudahi hari dengan tidur maka diniati untuk meninggalkan maksiat. Kemudian ketika bangun, diniati untuk membaca dan mengamalkan ayat-ayat suci Al-Quran.

“Zaman akhir suka mengaji memang tidak gampang,” terangnya.

Gus Baha sendiri, sebelumnya mengingatkan jika dalam hidup manusia haruslah ada pegangan yang bisa memandu hidup.

Salah satu yang bisa dijadikan panduan tersebut, kata Gus Baha, adalah 40 hadis. Itu, bisa memandu hidup manusia untuk menyikapi sebuah peristiwa dalam kehidupan.

“Mulai dari memandu perasaan senang, perasaan sedih, hingga mengelola permasalahan dan memecahkannya,” kata Gus Baha.

Umat Nabi Muhammad SAW, lanjut dia, haruslah berpegang teguh pada 40 hadis tersebut. Karena semua yang kita lakukan di zaman sekarang, sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW di zamannya.

Nabi Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim. Maka tak salah, semua tindak tanduknya adalah ilmu bagi umat-umatnya. Termasuk dalam hal perilaku kesehariannya.

“Kita yang umatnya Nabi haruslah memahami 40 hadis tersebut untuk menjadi pedoman kita dalam bertindak, jangan terjun bebas,” sambung Gus Baha.

Selain bisa memandu manusia dalam menjalani dan menghadapi kehidupan, menghafal dan mengamalkan 40 hadis pokok juga bisa membuat seorang manusia termasuk dalam golongan alim ulama baik di dunia maupun di akhirat.

Kemuliaan yang didapat pun sangat luar biasa, selain tentunya diberi syafaat oleh Nabi Muhammad. Yakni bisa masuk surga lewat pintu manapun. Allah, juga menjanjikan terbebas dari azab-Nya.

“Statusnya nanti di akhirat adalah golongan ulama, itu sudah dijamin masuk surga, kalau status ulamanya hanya di dunia saja belum tentu,” ujar dia.

Tausiah Ramadan oleh Gus Baha ini disiarkan oleh channel Youtube MURIANEWS TV dan PR Sukun. Tausiah ini akan hadir setiap hari selama Ramadan pada pukul 17.15 WIB.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...