Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Farida Naila Rahmah (Pemain Sepak Bola Putri-Kudus): “Kalau Cowok Bisa Kenapa Cewek Nggak?”

Farida Naila Rahmah menunjukkan kepiawaiannya mengolah si kulit bundar. (MURIANEWS/Ist)

MURIANEWS, Kudus- Sepak bola kini bukan hanya dimonopoli oleh kaum laki-laki. Namun kini, sepak bola sudah berkembang dan disukai kalangan feminim. Di Kudus, ketertarikan kaum hawa terhadap sepak bola semakin meluas.

Farida Naila Rahmah adalah satu dari banyak perempuan di Kudus yang mulai menggeluti sepak bola. Naila, demikian ia lebih sering disapa, sudah tetarik untuk mengolah si kulit bundar sejak 2017.

Pada awalnya, dirinya melampiaskan ketertarikannya terhadap dunia bola, melalui olahraga Futsal. Namun seiring waktu, dirinya mulai melirik untuk bisa bermain di lapangan yang lebar, sepak bola.

Pada awal Desember 2020, dirinya akhirnya bergabung dengan tim AFK (Asosiasi Futsal Kudus), yang memiliki tim sepak bola putri di Kudus. Disinilah, hobinya bermain sepak bola semakin berkembang.

“Di zaman sekarang kalau cowok bisa kenapa cewek enggak. Cewek juga harus bangkit. Sepak bola juga milik kaun hawa,” katanya, Rabu (21/4/2021).

Menurut perempuan kelahiran Kudus, 22 November 1997 itu, perempuan juga berhak bermain bola. Seperti halnya cabang olahraga selain sepak bola yang memiliki tim putri, pihaknya berharap sepak bola putri sudah saatnya mendapatkan perhatian lebih serius.

Naila sendiri, saat ini biasa berposisi sebagai stopper di timnya. Sejauh ini, dirinya juga merasa tidak bisa jauh dengan olahraga sepak bola. Ke depan, dirinya ingin mengembangkan hobinya itu lebih baik lagi.

Wanita yang tinggal di Desa Singocandi, Kudus ini, juga menyatakan tidak ada masalah meski sering dibilang tomboy. Hal itu tak menjadi persoalan, yang terpenting dapat bermain sepak bola.

Apalagi hobi mengolah si kulit bundar ini tidak pernah dilarang oleh kedua orang tuanya. Selagi kegiatan tersebut positif, orang tuanya tetap mendukung kegiatan dirinya menekuni sepak bola.

Naila juga mengaku tidak kuatir jika suatu saat harus mengalami cidera. Dirinya tidak takut, karena cedera adalah sesuatu yang lumrah dialami oleh seorang atlet.

“Cedera sih udah risikonya. Semua olahraga pasti ada risiko cedera. Tapi enggak takut. Kalau takut cedera ya tidak usah (menekuni) olahraga,” ujarnya.

Untuk ke depannya, Naila mengaku belum tahu apakah akan menekuni sepak bola ini sebagai profesi atau hanya sebatas hobi. Saat ini dirinya ingin mengalir saja,  untuk saat ini tetap fokus sepak bola sebagai hobi.

“Ingin ke arah situ. Tetapi aku bukan tipikal ambisius. Yang penting jalani saja yang ada saat ini dengan giat berlatih. Kalau saya pribadi yang penting sungguh-sungguh,” terang perempuan yang doyan makan jengkol dan pete itu.

Naila juga berharap agar di Kudus ada penerus sepak bola putri. Sebab, sepak bola putri di Kudus masih butuh dikembangkan.

“Harapan saya semakin banyak perempuan yang bermain bola,” harapnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...