Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Setelah Mourinho Dipecat, Ryan Mason Akan Pimpin Hotspur Hadapi Southampton

Ryan Mason saat masih berseragam Hotspur. (Kompas.com/AFP PHOTO / GLYN KIRK)

MURIANEWS, London- Tottenham Hostpur akan memulai era baru menyusul didepaknya Jose Mourinho dari kursi pelatih. Dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris, Hotspur akan bertindak menjadi tuan rumah kala menghadapi Southampton, Kamis (22/4/2021) dinihari nanti.

Menjamu Southampton di pekan 33, Hotspur akan dipimpin Manajer Baru mereka, Ryan Mason. Sosok muda merupakan eks pemain Hotspur, yang pensiun awal karena cidera tulang tengkorak. Energi sepak bolanya, kemudian disalurkan sebagai pelatih.

Sebelum ini, Mason merupakan pelatih di tim Akademi Tonttenham Hostpur. Pemecatan Mourinho, pada akhirnya membuat Mason mendapatkan kesempatan untuk memberikan yang lebih baik bagi Hotspur.

Ryan Mason yang baru berusia 29 tahun, akan mempertaruhkan reputasinya sebagai pelatih muda di kancah Liga Primer. Dengan umur yang masih belum sampai 30 tahun, membuat Ryan Mason menjadi pelatih termuda di Liga Primer Inggris. Bahkan bagi Spurs sendiri, bisa dipastikan Mason merupakan pelatih paling muda dalam sejarahnya di Liga Inggris.

Karena itu, partai Liga Inggris, antara Hotspur Vs Southampton pada Rabu (21/4/2021) atau Kamis (22/4/2021) dini hari WIB, akan menjadi spesial bagi Ryan Mason. Laga tersebut bakal menjadi saksi bisu debut dan penciptaan rekor Ryan Mason.

Untuk sementara, Mason memang hanya ditunjuk menjadi Manajer Tottenham sampai akhir musim ini. Namun, bagaimanapun hal ini tidak bisa dipungkirinya sebagai sebuah kesempatan berharga dan membanggakan bagi dirinya.

“Bukan rahasia lagi saya mencintai klub ini. Setelah menghabiskan 20 dari 29 tahun usia saya di sini, Spurs ada di hati saya, di darah saya,” kata Ryan Mason seperti dilansir Kompas.com.

“Saya selalu merasakan ikatan kuat dengan fans. Saya selalu merasa dicintai. Saya akan memberikan segalanya untuk tim agar bisa memenangi pertandingan. Saya merasa sangat bangga,” tambah Ryan Mason, yang harus pensiun dini pada 2016, akibat tulang tengkorangnya yang retak.

Jika berhasil menang dari Southampton, maka Ryan Mason, mendapatkan motivasi lebih. Karena berikutnya, dirinya juga sudah harus dihadapkan pada pertandingan Final Piala Liga Inggris 25 April nanti, melawan Manchester City.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: kompas.com

Comments
Loading...