Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

RA Kartini Tak Melulu Belajar, Tapi Juga Dolanan dan Kenalkan Permainan Anak

Anak-anak sedang bermain dolanan tradisional di Perpustakaan Ben Pinter, Desa Banjaran Kecamatan Bangsri, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Selain kesenian dan kebudayaan, Kabupaten Jepara juga memiliki banyak dolanan tradisional yang menggembirakan anak-anak. Dolanan-dolanan tradisional itu sangat penting untuk dilestarikan sebagai warisan untuk generasi mendatang.

Ketua Umum Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Ahmad Kholik mengatakan, dolanan tradisional dan permainan rakyat sudah ada bahkan, sejak masa RA Kartini masih hidup

“Jangan salah, selain belajar, RA Kartini juga mengenalkan berbagai macam permainan kepada anak-anak saat itu. Mereka dengan riang gembira memainkan permainan dan juga belajar,” kata Kholik, Rabu (21/4/2021).

Kholik mengungkapkan, dari beberapa surat-surat RA Kartini, banyak sekali dijumpai kata bermain atau permainan. Ada lebih dari 30 kata bermain, yang ditulis pahlawan emansipasi wanita itu.

Ini artinya menurut dia, RA Kartini menaruh perhatian lebih kepada kebebasan anak-anak pada masanya untuk melakukan aktivitas bermain.

“Dengan bermain anak-anak diajarkan pendidikan, dengan bermain anak-anak pula diperbaiki tingkah lakunya,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum KPOTI Pusat M Zaini Alif mengutarakan, Jepara yang merupakan tanah kelahiran RA Kartini ini mempunyai potensi yang luar biasa untuk permainan dan olahraga tradisional. Dapat dikatakan, permainan merupakan alat transmisi pendidikan pada abad 18.

“Saya pikir, Jepara bisa menjadi embrio untuk menggali permainan tradisional untuk anak-anak perempuan,” katanya.

Bagi Alif, melestarikan permainan anak dan dolanan tradisional tidaklah mudah. Apalagi budaya tradisional tengah digempur budaya digital. Anak-anak kebanyakan lebih memilih bermain gawai dibanding bermain dolanan tradisional.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...