Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Duh, Persediaan Darah AB di PMI Grobogan Tinggal Satu Kantong

Ilustrasi. (Pixabay)

MURIANEWS, Grobogan – Buat Anda yang memiliki darah golongan AB, di Kabupaten Grobogan ada baiknya untuk menyumbangkan darah buat kemanusiaan.

Ini menyusul minimnya persediaan atau stok darah golongan AB yang ada di PMI Grobogan. Di mana, stok darah golongan AB pada pagi tadi hanya tinggal satu kolf atau kantong saja.

Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan mengungkapkan, stok yang ada ini masih ada 161 kolf. Stok sebanyak ini terdiri dari darah golongan A sebanyak 45 kolf, golongan B ada 35 kolf, golongan O ada 80 kolf dan golongan AB masih 1 kolf.

“Stok golongan AB memang paling minim, karena masih ada satu kantong saja. Untuk stok golongan darah lainnya masih mencukupi. Stok darah ini bisa berubah datanya setiap saat,” jelasnya, Rabu (21/4/2021).

Menurut Gesit, dalam satu bulan terakhir, stok darah golongan AB ini memang tidak bisa banyak. Bahkan, sebelum bulan puasa lalu, stok darah golongan AB ini sempat kosong dua hari.

“Sebenarnya pemilik darah AB yang donor sudah banyak. Tetapi, kebetulan pula yang butuh darah AB juga banyak, sehingga stoknya langsung terpakai,” sambungnya.

Masih dikatakan Gesit, selama bulan puasa ini, pihaknya terus berupaya untuk menjaga stok darah. Salah satunya dengan membikin layanan donor darah keliling pada malam hari.

Sejauh ini, para pendonor yang memanfaatkan layanan ini adalah jemaah sehabis salat tarawih serta masyarakat di sejumlah desa hingga komunitas.

“Untuk layanan malam hari di bulan puasa ini sudah berjalan baik. Rata-rata, ada sekitar 20 pendonor yang didapat,” katanya.

Selama bulan puasa jumlah pendonor darah memang turun drastis. Di mana, pendonor yang datang ke kantor PMI per hari hanya sekitar tiga sampai lima orang. Sementara pada kondisi sebelum puasa, jumlah pendonor bisa mencapai 25 orang sehari.

Dia menegaskan, pada dasarnya, melakukan donor darah pada saat berpuasa tidak masalah atau tidak membahayakan. Meski demikian, kebanyakan pendonor enggan donor pada siang hari karena khawatir merasa lemas sesudah diambil darahnya.

“Sebenarnya, tidak masalah dengan donor darah pada saat puasa. Namun, ada yang khawatir merasa lemas. Untuk itu, kita lakukan upaya jemput bola bagi yang ingin donor pada malam hari usai berbuka atau tarawih,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...