Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Alokasi Belum Sesuai RDKK, Kudus Ajukan Penambahan Pupuk NPK Bersubsidi

Salah satu kios pupuk lengkap di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pada awal tahun ini mengajukan tambahan alokasi pupuk NPK bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan tanam petani.

Hal tersebut dikarenakan alokasi yang diterima pada tahun 2021 ini belum sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Abdullah Muttaqin menyebutkan, jika untuk saat ini alokasi pupuk NPK bersubsidi yang diterima Kabupaten Kudus baru sebesar 35,28 persen saja.

“Sementara usulan selama 2021 sesuai RDKK ada sebanyak 15.527,56 ton,” ujar Taqin, Rabu (21/4/2021).

Untuk penyerapannya sendiri, kini masih di angka 5,27 persen. Atau sekitar 818,36 ton. Alasannya, sambung dia, adalah karena banyak petani yang belum memulai Musim Tanam (MT) II. Namun sambung dia, bukan berarti untuk alokasi saat ini masih tercukupi.

“Mengingat musim tanam pertama yang dijadwalkan jatuh pada bulan Oktober 2021 mendatang haruslah tercukupi kebutuhan pupuknya,” tambah dia.

Taqin menambahkan, untuk petani padi memang mendapatkan subsidi untuk dua jenis pupuk. Yakni pupuk urea dengan alokasinya sebesar 12.075 ton, dan NPK yang diusulkan adalah sebanyak 15.527,56 ton.

“Sementara untuk alokasi pupuk bersubsidi lainnya, ada SP-36 sebanyak 173,00 ton, ZA sebanyak 3.311 ton, dan organik 6.397 ton,” jelasnya.

Taqin menerangkan, bagi petani yang kini membutuhkan NPK bisa juga membeli pupuk yang nonsubsidi. Mengingat semua kios pupuk lengkap (KPL) telah menyediakan pupuk nonsubsidi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...