Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Hasil Rekaman Tak Jelas, Polisi Jepara Copot dan Ganti CCTV E-TLE

Suasana lalu lintas di Bundaran Tugu Kartini Jepara yang sudah terpasang CCTV E-TLE. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Hampir tiga pekan Polres Jepara menerapkan tilang online atau Elektronic Ttafic Law Enforcement (E-TLE). Namun, hingga sekarang, pelanggar lalu lintas yang baru terdeteksi hanya 96 kendaraan.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Doddy Triantoro mengatakan, kamera pemantau atau CCTV khusus untuk E-TLE dipasang di beberapa titik. Seperti di Bundaran Tugu Kartini, Perempatan Rahayu Jalan Pemuda, Pertigaan BRI samping Gedung DPRD Jepara, dan Pos Lantas Shopping Centre Jepara (SCJ).

Namun, setelah beberapa dipasang, pihaknya mencopot CCTV lama dan menggantinya dengan CCTV baru, yang daya deteksinya lebih detail. Pada CCTV lama, kamera hanya bisa menangkap visual kendaraan yang melanggar. Tetapi tidak bisa menampilkan hasil tangkapan layar secara jelas.

“Kalau CCTV yang lama itu hasil tangkapan layarnya pecah. Makannya kami ganti dengan yang spesifikasi yang lebih tinggi. Bisa lebih jelas hasil tangkapan layarnya,” jelas Doddy, Selasa (20/4/2021).

Untuk sementara, Doddy mengganti kamera pemantau lawas yang berada di Bundaran Tugu Kartini dan Pertigaan BRI yang terletak di ujung Jalan Pemuda.

Hingga saat ini, kata Doddy, rata-rata tiap hari jumlah pelanggar yang terekam CCTV tersebut sebanyak lima kendaraan. “Sampai hari ini yang melanggar sudah ada 96 orang,” terang Doddy.

Terkait dengan proses penyelesaian pelanggaran, Doddy menjelaskan bahwa surat akan dikirim kepada alamat sesuai pelat nomor kendaraan yang tertangkap kamera. Namun, sebelum surat dikirim, pihaknya akan dikonfirmasi salah satunya melalui e-mail.

Ini dilakukan untuk memastikan apakah kendaraan itu benar-benar milik orang yang beralamat sesuai pelat nomor atau tidak.

“Konfirmasi itu untuk mengantisipasi kekeliruan jika misalnya, orang beli motor bekas tapi belum dibaliknama. Otomatis kan, alamat kendaraan masih di pemilik sebelumnya,” imbuh Doddy.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...