Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Penindakan Prokes Berkurang Selama PPKM Mikro di Kudus

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah (rompi hitam) tengah memberi arahan pelaku usaha mikro yang belum menerapkan prokes ketat di tempat usahanya. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah penindakan dengan denda kepada para pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Kudus mulai berkurang. Seiring dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Walau demikian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku aparat yang berwenang tetap melakukan pemantauan terkait kepatuhan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan di Kota Kretek.

“Memang di masa PPKM seperti ini fungsi pengawasan ada di wilayah masing-masing. Tapi kamu tetap memantau di lapangan perihal prokesnya masih jalan atau tidak,” kata Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah, Senin (19/4/2021).

Masyarakat sendiri, sambung Djati, kini sudah lumayan sadar dan patuh pada protokol kesehatan. Walau memang tak jarang ditemukan pelanggaran.

Namun untuk saat ini, tambahnya, pihak Satpol PP hanya memberikan teguran secara lisan saja. Hal tersebut karena masyarakat sudah terbiasa dengan protokol kesehatan di kesehariannya.

“Begitu pula dengan sanksi sosial, untuk sementara dikurangi karena lebih banyak dilakukan upaya persuasif,” kata Djati.

Data terakhir penindakan dari awal tahun hingga 26 Febuari 2021 kemarin, pihak Satpol PP melakukan penindakan sebanyak 378 pelanggar, karena tidak mematuhi protokol kesehatan. Yang paling banyak memang tidak mengenakan masker.

Total dendanya sendiri, mencapai Rp 12,1 juta. Meliputi denda perorangan diberikan kepada enam orang, masing-masing sebesar Rp 50 ribu. Serta pelaku usaha mikro sebanyak 59 tempat. Dengan denda sebesar Rp 200 ribu.

“Kami juga melakukan teguran lisan sebanyak 71 kali, kerja sosial sebanyak 206 kasus. Kemudian pembubaran kerumunan sebanyak 30 kali dan pembatalan acara enam kali,” jelas Djati.

Pihaknya pun berharap masyarakat tetap taat dengan protokol kesehatan yang ada. Sehingga kasus corona di Kabupaten Kudus bisa terus menurun.

Penegakan protokol kesehatan didasarkan pada Peraturan Bupati (Perbup) Kudus Nomor 41 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...