Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Delapan SD di Kudus Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Siswa SD Nganguk Kudus mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Delapan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus mulai menggelar uji coba pembelaran tatap muka selama satu pekan mulai Senin, (19/4/2021). Di delapan sekolah tersebut, guru maupun tenaga pendidiknya sudah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Yang guru-gurunya sudah divaksin, hari ini mulai uji coba PTM. Tapi tetap dengan kapasitas separuh dari biasanya, satu kelas maksimal 16 siswa. Protokol kesehatan juga wajib berjalan,” katanya, Senin (19/4/2021).

Diketahui, ratusan guru dan tenaga pendidik di sembilan sekolah dasar sudah menerima vaksinasi akhir Maret 2021 lalu. Kesembilan sekolah itu yakni, SD 2 Garung Kidul, SD 2 Nganguk, SD 2 Jetis Kapuan, SD 8 Kandangmas, SD 1 Golantepus, SD 2 Hadipolo, SD Peganjaran, SD 1 Rahtawu, dan SD Berugenjang.

Namun, SD Berugenjang terpaksa tidak jadi mengikuti uji coba PTM lantaran belum seluruhnya guru dan tenaga pendidik di sekolah tersebut divaksin.

“Ternyata SD Berugenjang ada guru yang belum divaksin, kemarin baru kepala sekolahnya saja yang sudah divaksin. Ada yang takut juga, ada yang tidak lolos skrining, kami sudah imbau agar bisa mengikuti vaksinasi selanjutnya, ” jelasnya.

Sementara Kepala SD Nganguk Ismayanti menjelaskan, simulasi PTM kali ini, hanya diikuti oleh kelas 4, 5, dan 6. Jumlah siswa yang masuk pun bukan seluruhnya, namun dengan sistem bergiliran.

“Jadi bergilir, missal hari ini nomor absen 1-13, besoknya ganti yang absen 13-26, begitu terus bergantian. Kelas 4 ada 26 siswa, kelas 5 ada 17 siswa dan kelas 6 ada 18 siswa, ” ujarnya.

Menurutnya dalam uji coba PTM ini, pihaknya juga sudah mengantongi izin dari orang tua siswa. Pelaksanaannya pun hanya dua jam, mulai pukul 07.00- 09.00 WIB.

“Semua siswa wajib dicek suhunya, cuci tangan, duduk berjarak, bermasker, kami sediakan face shield yang sudah diberi nama. Setelah itu, kami kumpulkan lagi. Karena kalau dibawa pulang, kadang siswa itu lupa,” ucapnya.

Di hari pertama uji coba PTM ini, lanjut dia, ada satu siswa kelas empat yang tengah dalam kondisi flu. Namun, pihaknya langsung mengantarkan siswa tersebut pulang, sebab uji coba PTM siswa wajib dalam kondisi yang sehat.

“Orang tuanya yang mengantar sudah pulang, kami tahu akhirnya kami pulangkan anak yang pilek itu, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...