Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Legenda-Legenda MU Kecewa, Manchester United Ikut-Ikutan Liga Super Eropa

Pemain MU merayakan gol Cavani. MU ikut dalam ESL, dan mendapatkan kritik dari legendanya. (bola.net/© Pool Getty via AP Photo)

MURIANEWS, Manchester– Diapungkannya kembali gagasan membentuk Liga Super Eropa, mematik reaksi dari banyak pihak. Sebagian besar, menganggap gagasan ini hanya didasarkan pada kepentingan tertentu.

Sejauh ini, gagasan European Super League atau Liga Super Eropa belum mendapatkan respon positif dari public. Komentar bernada sentimen bahkan terlontar dari eks pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson.

“Pembicaraan European Super League adalah langkah menjauh dari 70 tahun sepak bola klub Eropa. Everton menghabiskan 500 juta pounds untuk membangun stadion baru dengan ambisi bermain di Liga Champions. Semua penggemar menyukai kompetisi seperti itu,” ” ujar Ferguson.

Komentar lebih keras juga disampaikan Legenda Manchester United, Roy Keane. Kapten MU yang urakan ini bahkan mengutuk keras rencana Liga Super Eropa ini.

“Itu tergantung pada uang, keserakahan. Jelas, kami belum mendengar apa-apa dari FIFA tapi itu tidak terdengar bagus, semoga saja mereka menghentikannya karena itu hanya keserakahan nyata,” tegas mantan kapten Manchester United itu.

Legenda MU lainnya, Rio Ferdinand bahkan menjadi pihak yang sejak awal paling menentang rencana digulirkannya Liga Super Eropa ini. Kompetisi ini hanya merupakan praktik monopoli sepak bola. European Super League hanya akan membuat klub kaya menjadi lebih kaya.

“Ini adalah perang terhadap dunia sepak bola. Ini aib. Memalukan. Dan itu bertentangan dengan segala hal yang berkaitan dengan sepak bola,” ujar Rio Ferdinand.

Ditambahkannya, kompetisi ini laksana sebuah toko yang hanya dimiliki oleh para petinggi, dan hanya berkaitan terhadap satu hal saja, yakni tentang uang! Di sini, yang kaya akan semakin kaya, dan yang lainnya tidak akan dipedulikan.

Rio Fernidand yang saat ini menjadi pandit sepak bola, menyatakan tidak bisa menutupi rasa malunya, manakala Manchester United, mantan klubnya itu termasuk yang andil dalam mengetengahkan European Super League.

“Saya malu. Ada begitu banyak hal yang dilemparkan kepada sang pemilik selama beberapa tahun terakhir, tetapi situasi sekarang ini- menjadi bagian dari grup yang hendak memisahkan diri dan membiarkan semua orang mati – itu memalukan,” katanya.

“Saya sukar memercayainya. Saya minta maaf. Saya adalah fans Manchester United, saya mencintai klub ini, tapi saya tidak bisa diam dan mendukung hal seperti itu sama sekali,” tambahnya.

Penulis: Budi erje
editor: Budi erje
sumber: bola.net

Comments
Loading...