Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tak Ada Larangan Pengidap Diabetes Berbuka dengan yang Manis, Asal…

Warga Desa Jati Wetan, Kudus memeriksakan kesehatan belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Menu berbuka puasa identik dengan makanan manis. Bagi pengidap penyakit diabetes tidak boleh sembarangan saat berbuka puasa. Hal ini agar gula darah yang dialami pengidap diabetes lebih terkontrol.

Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Dony Wicaksana, tidak ada larangan bagi pengidap diabetes untuk berbuka dengan menu yang manis. Asalkan, masih dalam koridor yang ada.

Selain itu juga harus memperhatikan gula darah yang dimiliki. Bagi penderita diabetes yang terkontrol angkanya berada di 100-180. Sedangkan yang tidak terkontrol berada di angka 200 hingga 400.

“Ada ukurannya. Sehingga tidak semua menu berbukanya manis semua. Bagi yang gula darahnya terkontrol kalau mau berbuka dengan yang manis boleh asal terukur,” katanya, Senin (19/4/2021).

Menurut dokter Dony ada beberapa cara bagi pengidap diabetes ketika hendak berbuka. Yakni dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan konsultasi ke dokter.

“Minum obatnya rutin dan makanannya diperhatikan. Upayakan yang rendah gula,” terangnya.

Lebih lanjut, dokter Dony menyarankan beberapa buah yang dapat dikonsumsi untuk menu berbuka bagi pengidap diabetes. Yakni apel, jeruk, alpukat, melon, semangka dan pepaya.

“Kalau mangga, durian, kelengkeng, tidak dianjurkan. Buah yang diperbolehkan tadi juga diupayakan makannya satu potong saja,” ujarnya.

Selain buah, dokter Dony juga menyarankan agar pengidap diabetes mengonsumsi sayuran. Menurutnya porsi sayuran harus lebih banyak dibandingkan dengan nasi yang mengandung karbohidrat.

“Perbanyak sayur yang hijau-hijauan seperti bayam, kangkung, tomat, dan wortel. Sup dianjurkan juga karena mengandung sayur-sayuran,” ujar dia.

Lebih lanjut, dokter Dony menyampaikan tidak ada larangan untuk lauk-pauk. Namun, dia menyampaikan makanan yang direbus lebih baik. Karena tidak mengandung lemak.

“Kalau mau makan gorengan usahakan satu saja. Jangan lebih karena tidak baik bagi pengidap diabetes. Dan yang tidak kalah penting selalu konsultasi dengan dokter apakah ada pengurangan dosis atau perubahan obat,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...