Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Aksi Belasan Remaja Mandi Bareng di Truk Berjalan Gegerkan Warganet, Sopir dan Kernet Perempuan

Capture video aksi belasan remaja laki-laki mandi bareng di bak dump truck yang melintas di jalan raya Sragen-Ngawi. (Facebook @infocegatan wilayahsragen)

MURIANEWS, Sragen — Aksi nyeleneh belasan remaja asal Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen yang nekat mandi rame-rame di atas truk berjalan, viral di media sosial.

Aksi mandi bareng tersebut diketahui dilakukan remaja pria di bak truk yang tengah berjalan di jalan raya Sragen-Ngawi. Sementara pengemudi truk dan kernetnya merupakan perempuan.

Akibat ulahnya tersebut, mereka akhirnya ditertibkan oleh aparat berwajib. Mereka juga diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali dengan disaksikan langsung oleh kepala desa setempat lantaran usianya masih berada di usia antara 15-20 tahun.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti membenarkan, adanya penertiban aksi para remaja mandi di bak truk dump truck tersebut.

”Iya benar, aksi tersebut sempat viral. Begitu viral petugas langsung melakukan tindakan,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Senin (19/4/2021)

Sementara, Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Sragen Ipda Joni Kurniawan mengakui, dari belasan remaja itu ada dua remaja perempuan sebagai sopir truk dan kernet truk. Sedangkan para remaja yang mandi di bak truk itu, semua laki-laki.

Belasan remaja, Kepala Desa Banaran Sambungmacan Sragen, serta polisi berfoto sembari menunjukkan surat pernyataan para remaja tidak mengulangi aksi mandi di bak truk. (Istimewa-Satlantas Polres Sragen)

Dia menjelaskan bak truk itu dilapisi terpal di dalamnya dan diisi air. Air itu digunakan untuk mandi bersama sembari berkeliling kampung sampai melewati jalan raya.

“Remaja laki-laki ciblon di bak truk yang dikemudikan remaja perempuan. Mereka kami tertibkan dan kami imbau supaya tidak mengulangi aksi itu,” ujarnya.

Menurut Joni, penertiban itu dilakukan bersamaan dengan operasi keselamatan lalu lintas candi.

“Apalagi situasinya masih pandemi Covid-19. Kami meminta mereka membuat surat pernyataan yang disaksikan kepala desa setempat,” tambah dia.

Joni menerangkan peristiwa itu terjadi sebelum puasa. Dia menerangkan dari keterangan belasan remaja itu awalnya mereka bersih-bersih masjid di lingkungan desanya karena sudah tradisi tahunan menyambut Bulan Puasa.

Setelah bersih-bersih masjid kelar, ujar dia, kemudian mereka iseng menggunakan truk dump untuk padusan. Truk itu diisi air dan digunakan mandi ciblon.

“Awalnya hanya keliling kampung. Kemudian mereka keluar kampung dan masuk ke jalan raya,” ujarnya.

Dalam video yang diunggah di akun ICWS_infocegatanwilayahsragen tertanggal Minggu (18/4/2021), remaja laki-laki itu ciblon sambil bergaya. Mereka juga bernyanyi “Ramadan Tiba…Ramadan Tiba…”

Sedangkan sopir truk dalam video itu melambaikan tangan dan kernetnya menunjukkan jari jempol dan kelingking.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...