Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ngabuburit Asyik di Kudus dengan Belajar Tabulampot Gratis

M Nurul Hakim memraktikkan metode tanam tabulampot. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Ngabuburit, atau menunggu waktu berbuka puasa dilakukan banyak orang dengan caranya masing-masing. Di Kudus, masyarakat ditawarkan dengan ngabuburit seru dengan belajar bercocok tanam dengan berbagai metode secara gratis.

Yakni di Kampoeng Agro Edukasi Muria, yang berada di Desa Lau, RT2 RW3, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di sana ngabuburit bisa dilakukan dengan berlajar bercocok tanam dengan metode yang tak perlu memakan banyak lahan.

Metode bercocok tanam itu disebut tabulampot (tanaman buah dalam pot). Meski di dalam pot, tanaman tersebut tetap saja bisa berbuah, namun kuantitasnya tak akan sebanyak dengan tanaman buah yang ditanam di pekarangan.

Owner Kampoeng Agro Edukasi Muria M Nurul Hakim mengatakan, tidak mematok tarif kepada masyarakat yang ingin berajar tabulampot di rumahnya. Dan untuk peserta dalam jumlah banyak pihaknya hanya menarik tarif untuk bibit.

“Selama ini edukasi agrowisata yang kami berikan ini gratis, tapi mereka membawa tanaman sendiri,” katanya, Sabtu (17/4/2021).

Pria ini ingin mengajak masyarakat sekitar menambah populasi pohon. Sehingga desa agrowisata itu bisa melekat menjadi ikon Desa Lau yang telah dirintisnya sejak tiga tahun lalu.

“Saya mulai merintis edukasi agrowisata di sini sejak 2018, tapi memang agak susah. Ramadan ini saya persilahkan bagi masyarakat yang ingin belajar setiap hari Jumat seusai salat Jumat,” ujarnya

Menurutya, bercocok tanam dengan metode tabulampot tidaklah hal yang sulit. Ada beberapa hal yang beda dan perlu diperhatikan yang utama yakni komposisi media tanam, yang terdiri sekam bakar, tanah, dan pupuk kendang.

“Perbandingannya tanah dua, sekam bakar satu, dan pupuk kandang dua. Ketiganya diaduk dan dimasukkan ke dalam pot yang sudah disediakan. Pada bagian bawah pot juga harus di beri pecahan genting, tujuannya agar akar tidak tumbuh tembus ke bawah,” jelasnya.

Pada prinsipnya, lanjut Hakim, semua tanaman berbuah bisa ditanam dengan metode tabulampot. Misalkan seperti strawberry, alpukat, jambu, mangga, ataupun kelengkeng.

Ia juga akan mengajarkan dengan teknik okulasi yang bisa mempercepat proses pertumbuhan buah ataupun memperbanyak jenis buah dalam satu tabulampot. Yakni, dengan menempelkan sepotong batang pohon lain ke batang pohon tabulampot.

“Kalau ditanam dari biji akan lebih lama, nah lewat batang yang dari pohon berbuah itu bisa mempercepat berbuah. Bisa juga satu tanaman, berbagai macam jenis buah, asalkan masih satu jenis. Misal dalam satu tabulampot kelengkeng, berbuah tiga jenis buah kelengkeng itu bisa,” pungkasnya.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...