Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ada-Ada Saja, Rokok Ilegal Ditempeli Stiker Not For Sale untuk Kelabuhi Petugas Bea Cukai Kudus

Tim Bea Cukai Kudus menunjukkan barang bukti rokok ilegal. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus kembali mengungkap peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya. Satu orang berinisial N (62) pun diamankan dalam pengungkapan tersebut.

Pengungkapannya dilakukan di Jalan Raya Kudus-Semarang, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Barang bukti sebuah minibus yang melaju dari Jepara, dan berisi 320.000 batang rokok ilegal.

Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, pengungkapan kasus peredaran rokok kali ini terbilang unik. Pelaku, menempelkan stiker not for sale di rokok ilegal yang siap edar.

“Biar dikira rokok ilegal tersebut adalah rokok sampel,” katanya, Sabtu, (17/4/2021).

Padahal, lanjut Gatot, semua rokok yang siap edar di Indonesia wajib dilunasi dengan cara dilekati pita cukai. Sehingga tidak terdapat istilah rokok sampel yang dikecualikan dari pelunasan cukai.

Sementara terkait nilai barang ilegal yang diduga dari Jepara tersebut, adalah sebesar Rp326,47 juta. Dengan total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan adalah sebesar Rp 214,55 juta.

“Saat ini sopir dan minibus beserta rokok ilegalnya telah diamankan di Bea Cukai Kudus untuk diteliti lebih lanjut,” jelas dia.

Pihaknya pun memastikan walau tengah dalam masa pandemi Covid-19, Bea Cukai Kudus akan tetap memaksimalkan fungsi pengawasan dan meningkatkan kinerja pelayanan. Tentunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dari segi penindakan hasil pengawasan sendiri, pada triwulan pertama Bea Cukai Kudus telah berhasil melaksanakan 30 kali lebih penindakan. Baik berupa penindakan bangunan, penindakan sarana pengangkut, maupun operasi pasar.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...