Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tiga Gus Dalam Bursa Calon Wabup Kudus Usulan PKB, Bagaimana Peluangnya?

Ilustrasi

MURIANEWS, Kudus – HM Hartopo secara resmi menyandang jabatan sebagai Bupati Kudus usai dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai mengemban jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati kurang lebih selama satu setengah tahun.

Hartopo sendiri, sebelumnya adalah wakil dari mantan Bupati Tamzil yang kini mendekam di jeruji besi akibat tersandung kasus korupsi untuk kedua kali. Naiknya Hartopo menjadi bupati pun membuat jabatan wakil bupati tengah kosong.

Tiga partai politik pengusung Hartopo, yakni PPP, PKB, dan Hanura pun mulai aktif melakukan pergerakan. Yang paling santer terdengar kini adalah PKB Kudus yang tengah mengajukan sepuluh nama ke DPC dan DPP-nya.

Menariknya, ada tiga nama dengan titel ‘Gus’ yang turut diboyong ke DPC dan DPP, untuk mendapat rekomendasi menjadi calon wakil bupati mendampingi Hartopo.

Mereka adalah KH Ahmad Jazuli Basyir atau akrab dipanggil Gus Jazuli, Khifni Nasif dengan panggilannya Gus Khifni, dan salah satu anak dari tokoh Kudus yakni Gus Khirzil a’la yang merupakan putra dari Mbah Turaichan.`

Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Kudus Wiyono menuturkan jika fenomena gus sebagai pemangku-pemangku jabatan saat ini sudah sangat lumrah. Tak hanya di daerah, bahkan di nasional pun kini juga tengah terjadi.

“Bagaimana kita melihat Gus Tutut yang menggantikan Menteri Agama sebelumnya, lalu ada Gus Yasin (Wagub Jateng) yang mendampingi Pak Ganjar (Gubernur Jateng), saya rasa ini juga bisa mendongkrak sistem politik juga,” katanya, saat dijumpai di kediamannya, Jumat (16/4/2021).

Wiyono mengatakan, kepemimpinan di era sekarang sangat membutuhkan sebuah transparansi dan pekanya aspirasi dari bawah ini ada di dalam diri tiga Gus usungan PKB.  Tentunya dengan sejumlah latar belakang di masing-masingnya.

“Gus Khifni contohnya, dia sudah menyandang gelar Magister Ekonomi dan punya sejumlah pengalaman manajemen yang melibatkan pengusaha dan masyarakat, saya pikir itu bisa untuk mendapat rekomendasi,” kata dia.

Kemudian Gus Jazuli, kata dia, sudah banyak masyarakat yeng mengenali dari latar belakang pondok pesantren. Begitu pula nama Gus Khirzil yang merupakan anak dari Mbah Turaichan.

“Saya pikir Gus sudah tidak lagi hanya sekadar di ponpes, Gus kini mulai dipercaya dan dipungkiri atau tidak, Gus juga sesuatu yang punya nilai lebih yang bisa mendongkrak sebuah politik,” ujarnya.

Soal peluang tiga Gus untuk mendapat rekomendasi dari DPW maupun DPP sendiri, pihaknya optimis setidaknya ada yang mendapat rekomendasi. Untuk kemudian diajukan hingga paripurna pemilihan wakil bupati.

Diketahui, PKB Kudus selaku pengusung Bupati Hartopo memastikan ambil bagian dalam menyodorkan calon pengisi wakil bupati Kudus.

Sepuluh nama mulai dari politisi senior hingga kader potensial pun tengah diajukan ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB untuk mendapat rekomendasi.

Sepuluh nama tersebut di antaranya, Ketua DPC PKB Kudus Mukhasiron, turut juga nama Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani, hingga anggota DPRD Kudus Siti Rohmah, Noor Hadi, dan Sunarto.

Turut mencuat pula, nama Ketua Dewan Syuro KH Muhammad Jazuli, Wakil Ketua Dewan Syuro Wiyono,Gus Chirzi A’la, dan Gus Khifni Nasif. Wakil ketua DPC PKB Kudus Ali Ihsan juga diusulkan maju meramaikan bursa calon wakil bupati Kudus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...