Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dikunjungi Pemkab, Rumah Warga Gondangmanis Kudus yang Rusak Parah Besok Mulai Diperbaiki

Kepala Dinsos P3AP2KB Mundir meninjau rumah milik Kasmadi yang mengalami kerusakan parah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sudah meninjau rumah milik Kasmadi (52) warga Desa Gondangmanis RT 4 RW2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, yang kondisinya rusak parah, Jumat (16/4/2021).

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Mundir mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan sejumlah bantuan untuk pemilik rumah.

“Kami sudah memberikan bantuan berupa sembako, selimut, keperluan mandi, handuk, kasur lipat. Bantuan itu kami serahkan hari ini saat meninjau rumah Pak Kasmadi dengan pihak kecamatan, desa, Bappeda, Kominfo, dan juga Baznas,” katanya, Jumat (16/4/2021).

Menurutnya rumah yang ditempatin Kasmadi dan keluarganya itu merupakan rumah peninggalan orang tua, dan saat ditempati kondisinya pun sudah mulai rusak. Namun hingga kini rumah tersebut makin rusak lantaran kondisi perkenomiannya tidak mencukupi untuk memperbaiki rumah.

Pemkab bersama sejumlah pihak lain juga telah sepakat untuk memperbaiki rumah milik Kasmadi yang kondisinya rusak parah.

Lebih lanjut ia menyatakan, atap rumah Kasmadi, akan diganti dengan kontruksi baja ringan dengan atap asbes. Kemudian tembok yang sudah rusak pun akan diperbaiki agar lebih kokoh.

“Atapnya dari Baznas, material pasir, batu-bata, dan sementara dari pemerintah desa. Sementara tenaganya juga akan dibantu oleh tenaga sekitar desa. Temboknya itu masih kokoh, cuma nanti ada yang perlu diperbaiki ulang,” jelasnya.

Baca: Ngenes, Rumah Rusak Parah di Kudus Ini Masih Ditinggali Satu Keluarga

Rencananya, pelaksanaan perbaikan rumah Kasmadi akan dimulai pada Sabtu (17/4/2021) besok. “Tadi langsung sudah belanja material bangunan, rencananya besok Sabtu akan dimulai,” ujar dia.

Sementara, pemilik rumah, sambung dia, belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebab saat dimintai KK dan KTP yang bersangkutan tidak berkenan. Hal tersebut pun yang menjadi penghambat pendataan DTKS. “Tapi tadi kami mintai KK dan KTP sudah berkenan, ” ucapnya.

Pihaknya juga meminta pihak desa agar poraktif memperhatikan wargannya. Pasalnya pemerintah desa yang memiliki kewenangan untuk mengoreksi atau menginput data DTKS tersebut.

“Menunggu ada perbaikan data tau penginputan DTKS baru nanti. Saya sudah mengingatkan kan pihak desa keluarga Pak Kasmadi harus dimasukkan saat ada perbaikan data nanti, ” ungkapnya.

Pihaknya juga berencana mengusulkan agar keluarga Kasmadi menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan. “Nanti akan kami usulkan PBI yang menggunakan anggaran APBD Kudus, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan pangan nontunai itu dari DTKS, ” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...