Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kandang Sapi di Ngraji Grobogan Terbakar Gara-Gara Bediang, Untung Cepat Ketahuan

Petugas damkar sedang memadamkan kebakaran kandang sapi di Desa Ngraji, Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, kebakaran di Grobogan yang disebabkan perapian atau bediang kembali terjadi. Terbaru, kebakaran yang diduga disebabkan api bediang terjadi di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Jumat (16/4/2021).

Adapun objek yang terbakar kali ini adalah bangunan kandang sapi milik Jasmo (71), warga RT 07, RW 02. Beruntung, kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu berhasil dipadamkan. Meski demikian, sebagian bangunan kandang sapi mengalami kerusakan.

Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta menyatakan, peristiwa kebakaran itu sempat diketahui tetangga sekitar ketika nyala api belum begitu membesar. Selanjutnya warga sekitar segera melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Salah satu warga kemudian segera menghubungi kantor damkar untuk meminta bantuan pemadaman.

“Dalam waktu sekitar tujuh menit setelah dapat informasi, anggota damkar sudah tiba di lokasi kejadian. Begitu sampai, kita langsung melakukan pemadaman dan pendinginan bersama warga setempat,” katanya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tadi. Sedangkan kondisi beberapa ekor sapi yang ada di dalam kandang masih aman. Untuk tafsir kerugian material sekitar Rp 1 juta.

Terkait peristiwa itu, Nawanta kembali mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap bahaya kebakaran menjelang musim kemarau ini. Dia mengingatkan, sebelum meninggalkan rumah, warga diminta memeriksa kompor, bediang untuk memastikan kondisinya sudah tidak menyala.

Selain itu, pengecekan peralatan listrik yang dapat memicu terjadinya kebakaran juga perlu dilakukan.

Mantan Camat Grobogan itu menambahkan, musibah kebakaran di wilayahnya masih cukup tinggi tiap tahun. Pada tahun 2019, totalnya ada 192 kejadian dengan nilai kerugian sekitar Rp 12,6 miliar.

Sedangkan tahun 2020, ada 117 kejadian dengan nilai kerugian Rp 10,1 miliar. Sedangkan data untuk tahun 2021 hingga Maret lalu, sudah ada 19 kejadian dengan nilai kerugian Rp 2,8 miliar.

“Untuk penyebab kebakaran ini bermacam-macam. Paling banyak disebabkan korsleting listrik, bediang dan kompor,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...