Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Vaksinasi Puluhan Guru dan Tenaga Pendidik di SMPN 2 Jekulo Kudus Juga Ditunda

Proses vaksinasi guru dan tenaga pendidik di RSIA Miriam Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mulai melakukan vaksinasi untuk ratusan guru dan tenaga pendidik di Kudus yang rencananya akan melakukan ujian sekolah tatap muka. Vaksinasi tersebut digelar di RSIA Miriam, dan RS Mardirahayu mulai Jumat-Sabtu (16-17/4/2021).

Namun dalam proses vaksinasi tersebut, ada puluhan guru yang proses vaksinasinya terpaksa ditunda.

Kasi Surveilen dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Aniq Fuad mengatakan, ada 52 guru dari SMP 2 Jekulo yang proses vaksinasinya ditunda. Penundaan tersebut dilakukan, usai salah satu staf tata usaha terkonfirmasi positif Covid -19.

“Dari Dinas Pendidikan lapor ke DKK Kudus bahwa ujian sekolah di sekolahan tersebut juga dibatalkan. Karena itu kami juga menunda vaksinasinya dan mengalihkannya kepada yang lain,” katanya, Jumlah (16/4/2021).

Menurutnya, dari 52 guru yang ditunda, alokasi vaksin kemudian dialihkan untuk vaksinasi guru SMP 1 Gebog. Dan sisanya akan dialokasikan untuk lansia.

“Alokasi vaksin yang kami alihkan untuk vaksinasi 36 guru SMP 1 Gebog. Dan 16 vaksin sisanya untuk lansia, ” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, vaksinasi guru hari ini belum ditemui kendala. Baik kendala skrenning penyakit komorbit atau penyintas, “Sejauh ini di RSIA Miriam belum ada yang tunda vaksinasi, ” ujarnya.

Baca: Staf TU Positif Covid-19, Ujian Tatap Muka di SMP 2 Jekulo Kudus Dibatalkan

Terpisah, dokter RS Mardirahayu dr Sophie Aileen mengatakan, dari sekitar 150-an guru yang hari ini menjalani vaksinasi, beberapa di antaranya tidak lolos proses skrining. Ia menyebut ada 15 orang guru yang mempunyai komorbid asma, tiroid dan epilepsi serta hipertensi.

“Hari ini ada beberapa yang tidak lolos skrining. Mereka ada yang komorbid dan tidak membawa rekomendasi dokter spesialis. Apabila mereka sudah mendapat rekomendasi bisa dijadwalkan ulang oleh DKK Kudus, ” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ada seorang staf tata usaha SMP 2 Jekulo yang terkonfirmasi positif Covid -19. Yang bersangkutan kini tengah menjalani isolasi mandiri hingga 21 April 2021.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...