Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sebagian Besar Desa di Jepara Sudah Salurkan BLT Dana Desa

Salah satu desa di Jepara menyalurkan BLT DD bulan pertama. (MIURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Sebagian besar desa-desa di Kabupaten Jepara telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD). Hanya beberapa desa yang belum menyalurkan karena gangguan teknis.

Aji Eko Herry, Petinggi Desa Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara menyebut, di desanya ada 35 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT DD tahun 2021 ini. Pada pencairan bulan pertama, BLT sudah disalurkan kepada seluruh KPM.

“Bulan pertama sudah tersalur semua. 35 KPM mendapat Rp 300 ribu selama 12 bulan kedepan,” kata Herry, Jumat (16/4/2021).

Sementara itu, Muh Taufiq, Kabid Bina Pemdes Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara menyatakan, saat ini sudah ada 53 desa yang memproses pencairan BLT DD bulan kedua.

“Yang belum mencairkan kalau tidak salah tiga desa dari 184 desa. Itupun karena ada kendala teknis di lapangan. Malah ini sudah ada 53 desa yang proses pencairan bulan kedua,” jelas Taufiq.

Taufiq menjelaskan, BLT DD ini dicairkan setiap bulan selama 12 bulan ke depan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, setiap kali pencairan, masing-masing desa harus melaporkan penyaluran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Jika laporannya tidak beres, desa tidak bisa mencairkan untuk bulan berikutnya. “Tahun ini memang beda. Kalau tahun lalu kan, tidak perlu laporan,” terang Taufiq.

Pihaknya mengungkapkan, jika laporan dari desa cepat dan beres, pencairan bisa dilakukan sebulan dua kali. Dirinya menyontohkan, untuk bulan Januari-Februari, semua desa baru bisa mencairkan mulai Maret lalu.

Namun, jika pencairan untuk bulan Januari atau Februari sudah beres di bulan Maret, penyaluran untuk bulan berikutnya bisa dilaksanakan.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...