Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Temuan Harta Karun Guci Hingga Emas Batangan Saudagar China Gegerkan Natuna, Kini Diburu Banyak Orang

Penemuan harta karun di Bunguran Batubi Natuna. (Foto: Yanto/Batamnews)

MURIANEWS, Natuna – Temuan Barang-barang antik yang diduga peninggalan saudagar China di masa lampau ditemukan warga di beberapa lokasi di Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Harta karun yang ditemukan warga berupa guci kuno, mangkok, perhiasan hingga emas batangan itu membuat warga berbondong-bondong datang untuk ikut mencari harta terpendam tersebut.

Salah satu warga yang turut mencari harta karun tersebut adalah Drajat. Ia pun mengaku sering menemukan harta karun di sekitar lokasi beberapa hari belakangan.

“Kebanyakan harta karunya itu berupa mangkok, guci kecil, piring, perhiasan hingga emas batangan, ” seperti dikutip Batamnews.co.id.

Bahkan, dari penemuan tersebut beberapa warga ada yang untung belasan hingga puluhan juta. “Bahkan ada yang ditawar oleh buyer-nya seharga Rp200 juta,” kata Drajat menambahkan.

Dirinya mengatakan tidak setiap wilayah di Batubi yang ada harta karunnya. Saat ini masyarakat fokus ke daerah Sedarat dan Sebangkar. Dua wilayah tersebut pada masa lampau diduga sebagai bekas perkampungan tua para pedagang China atau tempat singgah.

Kepala Desa Semedang, Jaaleh Kup membenarkan hal tersebut. Ia mengakui, beberapa bulan terakhir ini masyarakat Batubi heboh dengan banyaknya penemuan barang peninggalan China itu.

Bahkan, menurutnya para pencari harta karun tersebut saat ini bukan dari masyarakat Batubi saja, namun banyak yang datang dari luar.

“Wilayah Sedarat dan Sebangkar yang masuk wilayah Desa Semedang memang dulunya di perkirakan sebagai tempat persinggahan para pedagang China ketika musim utara sebelum mereka berlayar kembali ke Pulau Jawa,” cerita Jaaleh.

Ia belum bisa memastikan dari kapan perburuan harta karun tersebut mulai heboh. Saat ini banyak masyarakat yang berbondong bondong datang ke wilayah tersebut untuk berburu.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Batamnews.co.id

Comments
Loading...