Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

TAUSIAH RAMADAN GUS BAHA

Gus Baha: Jangan Sampai Hidup Urakan Tanpa Dalil

Gus Baha. (MURIANEWS/Angara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus –  KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha mengingatkan, sebagai manusia jangan sampai hidup urakan atau seenaknya tanpa adanya aturan atau dalil.

“Nabi Muhammad SAW juga telah mengingatkan jangan sampai hidup sembarangan tanpa adanya pegangan atau dalil,” kata dia dalam Tausiah Ramadhan 1442 H bersama PR Sukun, Kamis (15/4/2021).

Gus Baha mengatakan, di era sekarang banyak manusia yang mencari kesenangan dari hal-hal yang berbau maksiat. Padahal banyak ulama mencoba menegakkan kebaikan.

“Kalau di rumah dimarahi istri, kalau di kantor dimarahi atasan, kalau di pengajian dimarahi kiai, akhirnya larinya di bar, jangan sampai seperti ini,” ujarnya.

Manusia, sambung dia, memang harus dipaksa untuk terbiasa dengan hal-hal yang diperbolehkan oleh Allah SWT. Semuanya, juga harus ada dalilnya. “Jangan sampai melakukan hanya karena watak,” terangnya.

Gus Baha mengatakan, jika hidup adalah tempatnya kekecewaan dan cobaan. Namun juga, ada banyak kebaikan yang ada di dalamnya. Begitu pula dengan menyikapi banyak orang dengan banyak karakter dengan latar belakang.

“Rumusnya juga gampang, semacam kalau ketemu orang kaya jangan minder kalau ketemu orang miskin jangan menindas,” katanya.

Selain itu, Gus Baha menerangkan jika menurut Syaidina Ali, manusia tak boleh menaruh ekspektasi berlebih kepada manusia lain. Dengan begitu mereka akan setara.

“Kamu harus putus asa dari berharap nikmat dari dia, sekali kamu tidak utang jasa, kamu akan setara,” ungkapnya.

Gus Baha mencontohkan, jika seorang bertemu orang lain tanpa memiliki utang  jasa, maka akan setara dan bisa menegakkan kepala. Berbeda dengan bertemu orang yang kita memiliki utang jasa.

Kowe ketemu wong paling sugih sak donya, gak nde utang, iso ndangak. tapi ketemu tonggo ning desa tapi utang wedus urung ndok bayar, mriyang (Kamu ketemu orang paling kaya sedunia tidak punya utang, bisa tegak kepala. Tapi kalau ketemu tetangga dan kamu belum bayar kambingnya, meriyang),” ujar dia.

Oleh karena itulah, kata dia, apabila ingin hidup dengan harga diri jangan punya utang jasa. Namun, lanjut Gus Baha, ada satu utang jasa yang sangat baik bagi seorang manusia.

Yakni dengan berutang budi pada Allah SWT. “Allah itu baik, paling enak, kamu merasa utang jasa, dan Allah adalah paling baik,” jelas dia.

Tausiah Ramadan oleh Gus Baha ini disiarkan oleh channel Youtube MURIANEWS TV dan PR Sukun. Tausiah ini akan hadir setiap hari selama Ramadan pada pukul 17.15 WIB.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...